Jam Layanan: 08:00 - 16:00 WIB | kanwiljateng@kemenag.go.id

Kemenag Kabupaten Tegal Luncurkan Modul MADEP MATA dan Aplikasi SI MATA, Perkuat Madrasah Cinta

Studio Audio Berita Kanwil
Dengarkan siaran warta berita resmi Kanwil Kemenag Jateng
Suara Studio Alami (Citra)
Bahasa:
Tempo:
Alat Aksesibilitas:
Kemenag Kabupaten Tegal Luncurkan Modul MADEP MATA dan Aplikasi SI MATA, Perkuat Madrasah Cinta

Kab. Tegal (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal terus memperkuat kelembagaan madrasah melalui peluncuran Modul MADEP MATA (Madrasah dengan Positive Education Madrasah Cinta) dan Aplikasi SI MATA (Sistem Informasi Madrasah Cinta), Senin (12/10/2026). Inovasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sekaligus membangun lingkungan madrasah yang menumbuhkan ilmu pengetahuan, akhlak, kebahagiaan, dan kepedulian.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, mengapresiasi pengembangan modul dan aplikasi tersebut. Menurutnya, pendidikan berbasis cinta perlu diwujudkan dalam praktik keseharian di madrasah, bukan sekadar menjadi program atau proyek perubahan.

“Kalau kita berpikir positif, insyaallah kita tidak gampang sakit. Mari kita tanamkan dan ajarkan kepada anak-anak untuk saling mencintai satu sama lain. Ini bukan sekadar launching atau proyek perubahan, tetapi alhamdulillah sudah ada modulnya. Kita sosialisasikan dan kawal agar Kurikulum Berbasis Cinta dengan pendampingan MADEP MATA dan SI MATA semakin dirasakan di lingkungan madrasah,” ujar Saiful.

Ia menambahkan, cinta kepada Allah, Rasulullah, lingkungan, dan sesama manusia merupakan nilai penting yang perlu ditanamkan sejak dini. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi modal positif bagi perkembangan karakter peserta didik sekaligus menjadi amal jariah bagi semua pihak yang terlibat dalam pendidikan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal, Ahmad Muhdzir, menjelaskan bahwa SI MATA tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengenalan Kurikulum Berbasis Cinta, tetapi juga mendorong penerapannya secara nyata dalam proses pembelajaran. Melalui pendekatan tersebut, peserta didik diharapkan mampu membangun emosi positif, merasakan kebahagiaan, serta terlibat secara utuh dalam aktivitas belajar.

“Anak-anak perlu mempraktikkan sistem yang membantu mereka menjadi pribadi yang bahagia, memiliki emosi positif, dan benar-benar hadir dalam setiap kegiatan. Ketika mereka terlibat, baik secara fisik maupun mental, dalam proses belajar mengajar, pembelajaran akan menjadi pengalaman yang lebih bermakna,” jelas Ahmad Muhdzir.

Ia menegaskan, madrasah harus menjadi ruang tumbuh bagi ilmu pengetahuan, akhlak, dan cinta. Karena itu, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta perlu didukung melalui pembiasaan positif yang dapat dirasakan langsung oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Tegal, Roni Sulchan, berharap Modul MADEP MATA dan Aplikasi SI MATA dapat menjadi instrumen perubahan yang mendorong lahirnya terobosan strategis dalam pendidikan Islam, baik di Kabupaten Tegal maupun di Jawa Tengah secara umum.

Roni juga menyoroti penguatan kepedulian sosial melalui program Unit Pengumpul Zakat (UPZ) madrasah. Menurutnya, pendidikan tidak semestinya berhenti pada kegiatan administratif, tetapi harus mampu menumbuhkan kebiasaan berbagi, berinfak, peduli kepada sesama, dan membantu teman yang membutuhkan.

“Kita ingin mengajarkan kepada anak-anak bahwa mereka bukan hanya menjadi penerima manfaat, tetapi sejak dini juga belajar memberi manfaat kepada orang lain,” ungkapnya.

Melalui peluncuran Modul MADEP MATA dan Aplikasi SI MATA, Kementerian Agama Kabupaten Tegal berharap penguatan kelembagaan madrasah semakin berdampak pada pembentukan karakter peserta didik. Dengan menanamkan cinta, kebahagiaan, akhlak mulia, dan kepedulian sosial, madrasah diharapkan menjadi lingkungan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk generasi yang berkarakter dan bermanfaat bagi sesama.

Bagikan Berita Ini ke Media Sosial
Tautan artikel berhasil disalin!