081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Lakukan Pemantauan OMI Jateng 2026, Tim Kanwil Dorong Pembinaan Prestasi Madrasah Berkelanjutan

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Demak (Humas) — Ketua Tim Kerja Kesiswaan dan Kurikulum Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Juair, memimpin langsung pemantauan pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi Jawa Tengah guna memastikan kegiatan berjalan tertib dan lancar, Senin (5/10/2026).

​Pelaksanaan OMI tingkat provinsi diselenggarakan secara daring dengan titik lokasi ujian yang tersebar di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Adapun posko pemantauan pusat Jawa Tengah dipusatkan di Kabupaten Demak dengan melibatkan 10 orang tim inti.

​”Kami bersama tim Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jateng melakukan pemantauan secara intensif untuk memastikan seluruh alur pelaksanaan OMI berjalan tanpa kendala. Posko utama kami tempatkan di Kabupaten Demak,” ujar Juair.

​Dihubungi secara terpisah, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Saiful Mujab, menegaskan bahwa ajang OMI merupakan sarana krusial untuk menjaring bibit unggul dan bakat terbaik siswa madrasah, baik di bidang akademik maupun keagamaan. Ia menilai pendampingan langsung sangat diperlukan agar proses evaluasi dan pemantauan kualitas pembelajaran berjalan efisien serta transparan.

​Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jateng, Amin Handoyo, mengapresiasi kesiapan panitia lokal Kabupaten Demak dalam menyediakan sarana dan prasarana pendukung. Tim Kurikulum dan Kesiswaan terus mengawal jalannya evaluasi agar hasil kompetisi mencerminkan capaian prestasi peserta didik secara akurat.

​Tinjau Lokasi di MAN 2 Kudus

​Selain memantau posko utama, Juair juga meninjau langsung pelaksanaan OMI di MAN 2 Kudus sebagai salah satu titik lokasi ujian untuk wilayah Kabupaten Kudus. Kedatangan tim disambut langsung oleh Kepala MAN 2 Kudus, Ali Musyafak, bersama Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kudus, Agus Siswanto.

​Dalam kesempatan tersebut, Juair memberikan arahan strategis terkait transformasi pola pembinaan siswa madrasah yang perlu menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

​”Pembinaan olimpiade perlu dirancang secara berkesinambungan layaknya program tahfiz, agar persiapan madrasah dalam meraih prestasi berjalan konsisten dan berkelanjutan,” tegas Juair.

​Ia juga menekankan pentingnya pelibatan mahasiswa dalam proses pendampingan belajar siswa. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya menguasai materi dan teknologi pembelajaran terkini, tetapi juga lebih terhubung dengan tren serta dinamika lingkungan peserta didik. Selain itu, terkait pengembangan bidang riset siswa, Juair mengingatkan bahwa topik penelitian tidak harus selalu berfokus pada teknologi, melainkan bisa mengeksplorasi ragam isu sosial dan lingkungan secara mendalam.

​Monitoring dan peninjauan langsung ini menjadi bagian dari komitmen Kanwil Kemenag Jawa Tengah dalam mengawal mutu pendidikan, menjaga objektivitas kompetisi, serta memberikan dorongan semangat bagi para peserta dan pendamping di daerah.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print