Banyumas (Humas) – Direktur Penerangan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Muchlis M. Hanafi, memberikan pembinaan intensif kepada 250 penyuluh agama Islam se-eks Karesidenan Banyumas. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh antusias di Aula MAN 1 Banyumas, Senin (12/10/2026).
Dalam pembinaan tersebut, Muchlis menegaskan pentingnya peran strategis para penyuluh sebagai garis terdepan Kementerian Agama di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa penyuluh agama memegang tanggung jawab besar dalam menyampaikan dakwah yang menyejukkan, moderat, serta membawa kemaslahatan bagi seluruh lapisan umat.
“Penyuluh agama Islam adalah wajah Kementerian Agama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, penyuluh harus menjadi peneduh, mengedepankan nilai-nilai moderasi beragama, dan terus mengasah kompetensi agar tetap adaptif menghadapi dinamika zaman,” ujar Muchlis M. Hanafi dalam arahannya.

Ia juga menambahkan bahwa tantangan penyuluhan saat ini semakin kompleks, sehingga kehadiran penyuluh harus benar-benar terasa hingga ke tingkat tapak. “Penyuluh tidak boleh hanya sekadar menjalankan rutinitas, tetapi harus hadir memberikan solusi konkret atas berbagai persoalan keagamaan dan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini,” tegasnya.
Melalui kegiatan pembinaan ini, jajaran Ditjen Bimas Islam berharap para peserta dapat semakin meningkatkan soliditas, profesionalisme, serta integritas dalam menjalankan tugas-tugas bimbingan di lapangan.
Agenda tersebut turut dihadiri oleh Kasubdit Bina Penyuluh Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, Jamaluddin M. Marki, Ketua Tim Penyuluh Agama Islam Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Achmad Syalabi, para Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kemenag se-eks Karesidenan Banyumas, serta Kepala MAN 1 Banyumas, Muslimin Winoto.
