Jam Layanan: 08:00 - 16:00 WIB | kanwiljateng@kemenag.go.id

Sambut Hari Santri 2026, Bimas Islam Gelar Nikah Massal 62 Pasangan Pengantin Pak Yai dan Bu Nyai Mantu di Jateng

Studio Audio Berita Kanwil
Dengarkan siaran warta berita resmi Kanwil Kemenag Jateng
Suara Studio Alami (Citra)
Bahasa:
Tempo:
Alat Aksesibilitas:
Sambut Hari Santri 2026, Bimas Islam Gelar Nikah Massal 62 Pasangan Pengantin Pak Yai dan Bu Nyai Mantu di Jateng

Semarang (Humas)– Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan RMINU Provinsi Jawa Tengah menggelar nikah massal bagi 62 pasangan pengantin yang terdiri atas para kiai dan nyai dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Rabu (21/10/2026) di Ruang Utama Salat Masjid Agung Jawa Tengah.

Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag RI, Prof. Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa kegiatan nikah massal ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar Kementerian Agama dalam menyambut Hari Santri 2026 sekaligus memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

“Dalam rangka menyambut Hari Santri 2026, Bimas Islam memfasilitasi 62 pasangan pengantin yang siap melangsungkan pernikahan. Ini merupakan salah satu bentuk tarbiyah masyarakat sekaligus upaya untuk memfasilitasi umat Islam dalam melaksanakan sunah Rasulullah,” jelas Abu Rokhmad.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan akad nikah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun keluarga yang sakinah serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kebahagiaan para pengantin, panitia bersama sejumlah mitra juga menyiapkan berbagai fasilitas dan bantuan. Para pasangan pengantin mendapatkan voucher menginap gratis di Hotel Grasia yang berlaku khusus pada hari pelaksanaan kegiatan.

Selain itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp2,5 juta kepada setiap pasangan pengantin. Dukungan lainnya datang dari Bank Syariah Indonesia (BSI) berupa tabungan haji dan emas bagi para pengantin.

Berbagai dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal awal bagi pasangan pengantin dalam membangun kehidupan rumah tangga sekaligus mendorong kemandirian ekonomi keluarga.

Kegiatan nikah massal ini turut dihadiri Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Wakil Gubernur Jawa Tengah, jajaran RMINU Jawa Tengah, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, serta perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha, Hidayat Maskur.

Hadir pula para Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota se-Provinsi Jawa Tengah yang memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama berharap momentum Hari Santri 2026 tidak hanya menjadi ajang penguatan nilai-nilai keislaman dan tradisi pesantren, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pelayanan keagamaan, penguatan keluarga, dan pemberdayaan ekonomi umat. (Hilman Najib)

Bagikan Berita Ini ke Media Sosial
Tautan artikel berhasil disalin!