Wonogiri mendapat penghargaan Apresiasi Pendidikan Islam (API)

Wonogiri – Bupati Wonogiri atas nama Pemerintah Kabupaten Wonogiri mendapatkan Penghargaan Apresiasi Pendidikan Islam (API) Tahun 2015 dari Kemeneterian Agama RI, penghargaan ini merupakan apresiasi Kementerian Agama karena Pemkab Wonogiri dinilai memiliki andil besar dalam pengembangan pendidikan agama Islam.

Penghargaan diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri, Suharno mewakili Bupati Wonogiri di Jakarta, Jumat (11/12).

Keenam kepala daerah ini dipilih setelah melalui proses seleksi yang dilakukan oleh Kementerian Agama. Mereka dinilai memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Islam di daerahnya. Penghargaan atas kepedulian mereka diserahkan langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada ajang Apresiasi Pendidikan Islam (API) 2015.

Adapun Enam kepala daerah yang mendapatkan penghargaan API 2015 ini di antaranya Wali Kota Padang, Bupati Siak, Bupati Wonogiri, Bupati Tabalong, Bupati Bulukumba dan Bupati Sumbawa.

API 2015 sendiri merupakan ajang yang diberikan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam kepada individu maupun institusi yang memberikan dedikasi luar biasa untuk pendidikan Islam. Selain kategori kepala daerah, Kemenag juga memberikan apresiasi kepada madrasah berprestasi serta kepala madrasah beserta guru dan pengawas madrasah.

Menurut Dirjen Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin pada acara Apresiasi Pendidikan Islam (API) 2015 menyampaikan bahwa banyak wali kota dan bupati yang berpendapat bahwa pendidikan Islam merupakan ranah dari Kementerian Agama karena kementerian ini dianggap bukan bagian dari desentralisasi, padahal seharusnya tidak seperti itu.

“Mereka menganggap pendidikan Islam bukan desentralisasi sehingga kurang terperhatikan karena pendidikan Islam dianggap urusan pusat yaitu Kemenag saja,” kata dia.

Menurut Sekda Wonogiri, Suharno mengucapakan terimakasih atas kepecyaannya, selain secara empiris Pemkab Wonogiri memiliki beberapa program unggulan dalam mengembangan pendidikan agama dan keagamaan antara Gerakan Wonogiri Mengaji (GWM) yang di canangkan beberapa waktu lalu oleh Ketua MUI Pusat, program Dusunku Beriman serta berbagai kegiatan religi lainnya.

Dari sisi alokasi APBD untuk kegiatan keagamaan terutama untuk bantuan Masjid, Madin, TPQ dan ponpes dari tahun 2011 hanya Rp. 515.000.000 dan terakhir tahun 2014 mencapai 2.069.000.000,- .

“Keberhasilan ini adalah keberhasilan bersama antara pemerintah, tokoh agama, guru agama, penyuluh agama yang tak kenal lelah memajukan kegiatan keislaman di kota gaplek tersebut,” imbuhnya

Seperti diketahui tahun 2013 Pemkab Wonogiri juga masuk 10 besar yang mendapatkan penghargaan Apresiasi Pendidikan Islam (API) Kementerian Agama RI karena dinilai memiliki andil besar dalam pengembangan pendidikan agama Islam serta memiliki program pengembangan pendidikan agama Islam yang baik, salah satu program unggulan adalah program dusunku beriman. (Mursyid_Heri)