Tingkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat

Rembang – Menjadi aparatur negara tidak sekadar menjalankan tugas secara administratif. Lebih dari itu, aparatur negara harus bisa menggunakan kompetensinya untuk melayani masyarakat secara maksimal.

Demikian dikemukakan oleh Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Semarang, Syari’in ketika memberikan sambutan dalam acara pembukaan Diklat di Wilayah Kerja (DDWK) Penilaian Kurikulum 2013 Bagi Guru Madrasah dan DDWK Teknis Substantif Tenaga Keagamaan Peningkatan Kompetensi Penyuluh Agama Islam non PNS di Luar Kampus, yang digelar di MAN Rembang, 10-16 April 2017.

Syari’in mengatakan, tujuan digelar DDWK ini adalah untuk meningkatkan kompetensi dua unsur dari lingkungan Kementerian Agama, yaitu tenaga pendidik di madrasah formal dan Penyuluh Agama Islam non PNS.

“Dengan mengikuti DDWK ini, kami harapkan tenaga pendidik dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan pelayanan terhadap anak didik. Demikian pula bagi penyuluh, diharapkan dapat meningkatkan pelayanan obyek penyuluhan, yaitu masyarakat hingga tingkat desa,” jelas Syari’in.

Dijelaskan Syari’in, kompetensi guru dan penyuluh memang berbeda. Namun intinya sama, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa di bidang ilmu dan pengetahuan agama, serta untuk mengamalkan ajaran agama, sebagaimana yang tercantum dalam visi dan misi Kementerian Agama.

Karena kuota DDWK ini terbatas, Syari’in meminta kepada peserta agar menularkan materi yang diperoleh kepada rekan lainnya. “Kami harap pembelajaran tidak sampai di DDWK ini. Alangkah lebih baik jika peserta memberikan ilmu selama DDWK ini kepada guru dan penyuluh lainnya. Agar kita sama-sama memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” ujar Syari’in.

Kepala Kankemenag Kabupaten Rembang, Atho’illah yang turut memberikan sambutan mengatakan, tugas guru dan penyuluh dari hari ke hari semakin tidak ringan. Kondisi masyarakat Indonesia kini sudah semakin memprihatinkan.

“Hal ini menjadi PR bagi kita, utamanya guru dan penyuluh untuk membentengi generasi pelajar dan masyarakat dari ketergerusan zaman yang banyak membawa efek negatif,” tandasnya.(ss/bd)