113 Santri Mengikuti Seleksi Program PBTQ

Semarang – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan seleksi program beasiswa untuk santri berprestasi yang hafal Al Qur’an melalui Program Beasiswa Tahfidz Qutan (PBTQ), berdasarkan surat edaran dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI  tahun 2016.  Kepala Bidang Sholihin menjelaskan “Seleksi program PBTQ sebenarnya sudah diumumkan oleh Dirjen Pendis melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI, jadi kami hanya melaksanakan seleksi sesuai aturan juklak dan juknis PBTQ dari pusat,” ucap Sholihin.

“Program yang bertujuan untuk pengembangan kemampuan santri dalam bidang Qira’at al-Qur’an, Tahfizh al-Qur’an, Kajian ilmu-ilmu Keislaman (Aqidah, Akhlaq, Tasawwuf, Fiqh, Hadits, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab), serta Bahasa Turki” sangat penting, sebab program ini hasil kerjasama antara Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Yayasan Pusat Persatuan Kebudayaan Islam Indonesia-Turki United Islamic Cultural Centre of Indonesia-Turkey (UICCI),” jelasnya.

Ditambahkan, bahwa pelaksanaan tes dan seleksi untuk program PBTQ terbagi dalam dua tahap; tes tertulis dan baca al Qur’an, masa orientasi internal yang dilakukan oleh Sulamainiyah. “Acara seleksi PBTQ di lingkungan Kemenag Provinsi Jawa Tengah diikuti oleh 113 peserta (laki-laki 63 orang dan perempuan 50 orang), bertempat di Gedung Aula lantai III Kanwil Kemenag Jateng,” tambah Sholihin.

Sebelum mengerjakan soal tes tertulis para santri menerima pengarahan dari Noor Badi, plt. Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil. “Santri yang mengikuti seleksi program PBTQ ini termasuk santri pilihan, sebab santri ini sudah mempunyai modal hafal sebagian juz di Al Qur’an sesuai yang disyaratkan bisa mengikuti program PBTQ,” tutur Noor Badi.

Lebih lanjut Noor Badi menambahkan, “Pertahankan pada diri masing-masing kemampuan untuk menghafal Al Qu’an dan peliharalah hafalan dengan disertai belajar memahami isi dan kandungan sekaligus diamalkan untuk bekal hidup agar menjadi santri yang berakhqul karimah,” tambahnya yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah.

Program ini untuk memfasilitasi dan mengembangkan pendidikan Al Qur’an santri yang akan menempuh pelaksanaan pendidikan di Indonesia, Turki dan Masa pengabdian. “Setelah menempuh tahapan itu, Kemenag dan Sulaimaniyah yang telah bekerjasama sebagai bukti untuk melakukan kaderisasi ulama atau intelektual,” pungkasnya. (ali)