1500 Peserta Semarakkan Batik Karnival MAN Lasem

Rembang (26/4) – Sekitar 1500 peserta mengikuti Kirab Budaya Batik Karnival yang diselenggarakan oleh MAN Lasem, siang tadi. Acara ini dibuka oleh Wakil Bupati Rembang, Bayu Andrianto ditandai dengan pemotongan pita di pintu masuk MAN Lasem.

Turut hadir dalam pembukaan karnival batik ini, Kepala Kemenag Kabupaten Rembang, Atho’illah, Kepala Dinas Pariwisata, Dwi Purnomo, dan jajaran Muspika Lasem.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang mengatakan, acara ini sangat tepat digelar bertepatan dalam rangka peringatan Hari Kartini sekaligus penglepasan peserta didik kelas XII MAN Lasem.

“Acara ini merupakan presentasi dari pengembangan karakter peserta didik dan peringatan Hari Kartini. Selain itu juga memelihara budaya Lasem dengan batik tulisnya yang sudah terkenal hingga internasional, “kata Atho’illah.

Ketua Panitia Karnival, Ahmad Ronji mengatakan, selain dalam rangka penglepasan siswa kelas XII dan peringatan Hari Kartini, acara ini juga untuk memeringati Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW.

1500 peserta tersebut terdiri atas 1300 siswa, sisanya adalah dewan guru dan peserta dari sekolah lain. Lembaga lain yang turut memeriahkan karnival ini adalah Ponpes Al-Anwar Sarang yang menampilkan marching band, dan juga MI An-Nashriyah serta SD Soditan Lasem yang juga menampilkan marching band.

Ahmad Ronji mengatakan, kegiatan karnival ini merupakan kegiatan tahun kedua. “Kepala MAN Lasem, Bapak Shofi menginisiasi untuk diadakan Karnival batik dalam rangka memeriahkan Hari Kartini, sekaligus mempromosikan MAN Lasem kepada masyarakat sekitar,” kata Ahmad Ronji.

Karnival ini menampilkan model siswa berbusana batik Lasem yang sudah dihias sedemikian rupa. Adapun siswa yang berbusana batik Lasem ini adalah sebanyak 40 orang. Sedangkan peserta karnival lainnya mengenakan busana tematik, sesuai dengan ide masing-masing kelas. “Setiap kelas kami minta untuk mengambil tema busana. Ada yang bertemakan perawat, olahraga, bahkan kami tampilkan pula konvoi mobil antik,” jelas Ahmad Ronji. (ss/bd)