17 Siswa MAN 2 Cilacap Siap Berlaga di Olimpiade Sains Provinsi 2018

Cilacap – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Cilacap kembali mendominasi Olimpiade Sains tingkat Kabupaten Cilacap baru-baru ini. Terdapat 48 peserta yang berhasil lolos ke tingkat provinsi dari sepuluh lembaga pendidikan yang terlibat. Yakni delapan SMA negeri, satu SMA swasta dan satu MAN.

MAN 2 Cilacap mewakilkan 17 siswa, SMAN 1 Cilacap 11 siswa, SMAN Majenang 8 siswa, SMAN Maos 1 siswa, SMAN 1 Sidareja 5 siswa, SMAN Adipala 1 siswa, SMAN Sampang 1 siswa, SMAN 3 Cilacap 2 siswa, SMAN Kroya 1 siswa dan SMA Kristen Cilacap 1 siswa.

Secara rinci, MAN 2 Cilacap mewakilkan dua siswanya pada mata pelajaran (mapel) matematika, kemudian satu siswa pada mapel Komputer, satu mapel Astronomi, dua mapel Kimia, tiga mapel Biologi, dua mapel Fisika, satu mapel Kebumian, dua mapel Geografi dan tiga siswa pada mapel Ekonomi.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap melalui Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Makmur Khaeruddin sangat mengapresiasi torehan prestasi tersebut. Menurutnya, kualitas MAN 2 Cilacap memang sudah tidak diragukan lagi. Berdasarkan data, MAN 2 Cilacap sudah beberapa kali berhasil mewakilkan siswanya hingga ke Olimpiade Sains Nasional (OSN).

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada para pendidik dan siswa MAN 2 Cilacap yang mampu mengharumkan nama madrasah di tingkat Kabupaten Cilacap. Semoga prestasi ini akan terus berlanjut hingga tingkat nasional dan bahkan internasional. Prestasi ini tentunya juga sangat bertepatan dengan gerakan kampanye madrasah. Sehingga diharapkan masyarakat akan semakin percaya terhadap madrasah. Ini sebagai bukti bahwa madrasah semakin baik dari sekolah,”Katanya.

Sementara itu, Kepala MAN 2 Cilacap, Muslimin Winoto mengaku bahwa, pihaknya harus bekerja keras dan memutar otak untuk dapat meraih prestasi. Membutuhkan kerja sama dan koordinasi yang solid dari seluruh unsur, baik pendidik, tenaga kependidikan, komite, wali murid dan siswa. Menurutnya, seluruh unsur saling terkait satu sama lain. Namun yang paling berpengaruh adalah kinerja para pendidik sebagai pembimbing utama.(On/bd)