20 Pasang Catin ikuti Bimbingan Perkawinan

Surakarta – Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta  mengadakan kegiatan Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin. Bertempat di Hotel Grand Sae, Kerten, Solo,  diikuti oleh lebih dari 20 pasang calon pengantin. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan pada Rabu, (19/9) dimulai pukul 08.00 pagi.

Mufti Addin selaku fasilitator acara ini membuka acara dengan penuh semangat dengan memberi  game kepada peserta yang hadir, antara lain perkenalan estafet, tepuk tangan dan game-game lainnya sehingga mencairkan suasana. Para peserta pun diminta untuk menuliskan harapan dan kekhawatiran setelah pernikahan yang kemudian disampaikan di dalam forum tersebut dan di jawab oleh beliau.

Setelah mendengarkan apa yang disampaikan oleh peserta, beliau memberikan pencerahan serta penjelasan secara detail yang bisa menjadi bekal dalam membangun rumah tangga.

“Komunikasi antara pasangan suami istri ialah faktor yang sangat penting dalam menyelesaikan permasalahan didalam keluarga, pasangan suami istri supaya saling memaafkan, saling mengakui kesalahan, tidak selalu merasa bahwa ia yang paling benar” Kata Mufti Addin    Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Surakarta.

Sementara itu ditempat yang sama Kabid Urais Binsyar Kanwil Kemenag Provinsi Jateng, Muhammad Arifin, menjelaskan kegiatan seperti ini ialah upaya dari pemerintah guna meningkatkan kualitas perkawinan.

“Kualitas jauh lebih penting daripada kuantitas. Beliau sangat menyayangkan dengan fenomena  saat ini bahwasannya banyak pasangan suami istri yang melangsungkan pernikahan namun disisi lain juga banyak pasangan suami istri yang terlibat kasus perceraian”, ucap Arifin.

Didalam  materi yang beliau sampaikan dengan judul “Persiapan Perkawinan Yang Kokoh Menuju Keluarga Sakinah Mawadah Warahmah”,  beliau mengharapkan agar pasangan suami istri bisa lebih matang dalam membangun rumah tangga, sehingga tercipta keluarga yang bahagia sakinah mawadah warahmah.

“Kebahagiaan didalam keluarga itu bukan terletak dari harta, namun terletak dari hati, hati yang mampu menerima pasangannya dengan lapang dada dan apa adanya”, lanjut Arifin

Kasubag TU Kementerian Agama Kota Surakarta Syamsuddin, yang juga menjadi pemateri menyampaikan tentang pentingnya pemahaman calon pengantin terhadap hak dan kewajibannya. Terlebih lagi sebagai seorang suami harus bisa menjadi sosok pemimpin bagi sang istri. Beliau mengutip potongan ayat Alquran surat An Nisa ayat 34 “Arrijalu Qowwamuna Alan Nisa', Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita”

“Nikah ialah ibadah bilamana kita lakukan betul-betul karena Allah. Menikah bukan untuk menyalurkan hawa nafsu saja, tapi harus bertanggung jawab dengan kewajiban masing-masing termasuk memberi nafkah lahir maupun batin”, papar Syamsuddin. (rma/bd)