200 Yatim Piatu terima santunan

Rembang — Fakir miskin dan anak-anak yatim merupakan golongan orang-orang yang berhak menerima zakat. Sejauh ini, keberadaan mereka masih perlu mendapatkan perhatian yang besar dari pemerintah. Karena sebagian anak-anak yatim juga merupakan golongan fakir miskin.

Untuk itulah Bazda Rembang mengutamakan program penyaluran infaq kepada anak-anak yatim yang ada di Rembang. Jumat lalu (26/6), 200 anak yatim piatu berkumpul di Masjid Maslahatul Ummah, kompleks Islamic Center Rembang guna mendapatkan santunan dari Bazda Rembang sebesar Rp 100 ribu/anak.

Sebelum penyerahan santunan, diadakan takhtimul qur’an yang dibaca bersama-sama oleh segenap tamu undangan. Yaitu Pejabat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Bantuan secara langsung diserahkan oleh Ketua Bazda Rembang, H. Hamzah Fathoni usai disampaikannya tausiyah oleh KH. Chatib Mabrur. Kepada para anak yatim, Hamzah mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya Bazda dalam mendistribusikan peroleh infaq periode bulan April-Desember 2014 dan Januari-Maret 2015 di bidang sosial keagamaan.

“Program ini merupakan komitmen Bazda dalam upaya menyejahterakan masyarakat Rembang. Namun masih kami sadari bahwa semua program kami belum seutuhnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Rembang, utamanya bagi mereka kaum fakir miskin dan anak yatim piatu,” ungkap Hamzah.

Oleh karena itu, beliau mengharapkan masyarakat Rembang meningkatkan pentasarrufan rezekinya untuk zakat, infaq, dan shadaqoh dan dititipkan di Bazda Rembang. Dengan demikian, penyaluran akan tepat sasaran.

Nur Aini (15), warga Desa Kikilan Kecamatan Sumber mengungkapkan kegembiraannya mendapatkan bantuan Bazda. Santunan yang diterimanya setidaknya bisa sedikit meringankan beban kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Perbanyak tadarrus

Sementara dalam tausiyahya, KH Chatib Mabrur mengimbau kepada masyarakat untuk memperbanyak amal ibadah di bulan Ramadhan, salah satunya adalah tadarrus Al-qur’an. Dalam sebuah hadist dikatakan bahwa barangsiapa yang membaca Al-qur’an satu huruf saja, maka baginya sebuah kebaikan. Dan setiap kebaikan itu akan dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan.

“Dan keistimewaan membaca Al-qur’an adalah, walaupun mengerti maupun tidak mengerti maknanya, tetap mendapatkan pahala,” terangnya.—Shofatus Shodiqoh