Kudus – Dalam rangka penguatan karakter kebangsaan dan jati diri generasi muda, yang akhir-akhir ini mengalami kelemahan dengan adanya era globalisasi dan perkembangan iptek, dimana nilai nilai budaya gotong royong, saling menghargai dan menghormati perbedaan serta kerelaan berkorban untuk kepentingan bangsa yang dahalu sangat melekat kuat dalam sanubari para pejuang bangsa, dewasa ini terasa makin menipis.

Melihat realitas yang demikian diperlukan terobosan untuk kembali menumbuhkan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air dan bersamaan untuk mengisi momentum Hari Santri Nasional tahun 2017 tingkat Kabupaten Kudus, diadakan napak tilas sejarah perjuangan para santri dan ulama terdahulu yang telah ikut adil berjuang untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa dan negara.

Melalui napak tilas sejarah, para santri sebagai generasi penerus bangsa semakin cinta tanah dan jangan sampai melupakan sejarah bangsanya, dan sebagai upaya merefleksi semangat dan tirakat para pejuang bangsa dalam merebut kemerdekaan.

Napak tilas ini di awali start dari lapangan Desa Bacin,menuju Taman Makam Pahlawan, lalu berlanjut ke Menara Kudus dan berakhir di Ponpes Raudlatuth Tholibin Bendan. Napak tilas diikuti oleh kurang lebih 2.500 santri dari 86 pondok pesantren se Kabupaten Kudus.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus, Noor Badi sebagai pembina dan memberangkatkan peserta napak tilas santri sangat mengapresiasi kegiatan napak tilas ini, dan bangga dengan semangat para santri, walaupun kegiatan napak tilas ini dilaksanakan pada malam hari namun para santri sangat antusias dan semangat untuk meneladani jejak jejak perjuangan para pendahulu bangsa dalam ikut serta merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Beliau juga berharap agar para santri di masa kini, dapat lebih memperkokoh karakter dan jatinya diri untuk memelihara persatuan dan kesatuan bangsa. Dan perlu bekali diri dengan ilmu pengetahuan dan teknologi guna menjawab berbagai tantangan di era globalisasi ini.

Sehingga santri tidak hanya handal dalam ilmu agama tetapi juga mumpuni dan berinovasi dalam berbagai bidang yang lainnya, sehingga santri Kudus dapat selalu mandiri, berinovasi sehingga NKRI hebat dan harga mati.(Eti/BD)