30 Pasang Calaon Pengantin ikuti Bimwin

Surakarta – Kegiatan Bimbingan Perkawinan Pra Nikah Bagi Calon Pengantin Angkatan 2 dilaksanakan oleh Seksi Bimas Islam Kementerian Agama Kota Surakarta (29-30/05) dan dihadiri kurang lebih 30 pasang catin yang akan melaksanakan pernikahan. Bimbingan ini diawali dengan adanya kegiatan Perkenalan dan Kontrak Belajar yang disampaikan oleh Mufti Addin selaku PAI Kankemenag Kota Surakarta Fasilitator Bimwin Surakarta. Di dalam kegiatan ini beliau memberikan beberapa game dan kuis bagi para peserta dan kemudian mempersilahkan kepada beberapa calon pasangan yang akan melaksanakan pernikahan untuk memperkenalkan diri dan kemudian bertanya dengan cita-cita mereka ketika sudah melaksanakan pernikahan nantinya.  Pada acara ini para peserta diajarkan jarkoman agar membuat mereka semangat, ketika ditanya “apa kabar semuanya” dan para peserta menjawab “Alhamdulillah siap menikah, sakinah, mawaddah, warahmah yes yes yes” hal ini bertujuan agar mereka memiliki tujuan seteleh menikah agar menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah dan selalu diberi rahmat oleh Allah SWT.

Melanjutkan dengan materi “Mempersiapkan Keluarga Sakinah” , Mufti memberikan motivasi dan cerita Islami kepada seluruh peserta, antara lain cita-cita umat Islam untuk berkunjung ke Baitullah, balasan ketika seseorang melakukan dosa, mengenal rukun Islam dan Rukun Iman. “Materi ini bertujuan agar para pasangan memiliki pemikiran yang matang dan menghilangkan rasa egois, karena mereka akan hidup berdua bersama pasangan mereka hingga nanti,”tuturnya.

Di kesempatan ini Mufti melakukan evaluasi dan bertanya kepada para peserta. “Langkah selanjutnya nanti setelah menikah diharapkan sesuai dengan syariat Islam, hal ini bertujuan untuk memperkuat iman agar menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah SWT,” pungkasnya.

            Penyuluh Agama Islam Kec. Pasarkliwon, Joko Sarjono menjelaskan materi “Mengelola Dinamika Perkawinan dan Keluarga”.

Pemateri berharap para pasangan yang akan menikah akan mendapatkan gambaran bahwa menjadi keluarga harus selalu mendiskusikan atau bermusyawarah dengan apa yang terjadi di keluarga secara bersama-sama. “Selalu berdiskusi dan musyawarah serta menjauhkan sifat egoisme dan individualisme, hindari pertengkaran dan perseteruan”tuturnya.

Dijelaskan bahwa jika tidak saling memahami maka akan terjadi banyaknya masalah sehingga memicu pertengkaran yang dikhawatirkan menuju ke arah perpisahan.

Materi – materi lainnya disampaikan di hari berikutnya.  Materi yang selanjutnya setelah adanya ishoma (istirahat sholat dan makan) adalah “Memenuhi Kebutuhan Keluarga”, sedangkan materi “Kesehatan Reproduksi Bagi Calon Pengantin”, Kankemenag Kota Surakarta bekerjasama dengan Dinas Kesehatan. Di akhir materi disampaikan pula beberapa fungsi yang mendorong tercapainya keluarga yang berkualitas, “Diantaranya yaitu fungsi agama, fungsi sosial budaya, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi dan fungsi pembinaan lingkungan,” ujar salah satu pemateri.  (azz/my/bd)