40 Guru PAK Ikuti Workshop Optimalisasi Pembelajaran IT

Semarang – Kelompok Kerja Guru (KKG) Agama Kristen jenjang SD bekerja sama dengan Penyelenggara Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Semarang menggelar workshop Optimalisasi Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Berbasis IT pada masa pandemi Covid19. Acara ini digelar pada Senin (18/10) di Hotel Saraswati, Jl. Singosari Semarang.

Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) jenjang SD di Kota Semarang. Workshop ini menghadirkan narasumber, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang, Mukhlis Abdillah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, dan perwakilan Pembimas Bimas Kristen Kanwil Kemenag Jawa Tengah.

Selain itu, acara yang digelar hingga sore ini juga menyajikan narasumber yang memberikan materi secara teknis. Yaitu Jarwati dengan materi Media Pembelajaran Interaktif Berbasis PPT, Iman Dian Djaya dengan materi Media Pembelajaran Berbasis Microsoft Sway, dan Siska Hariyanti dengan materi Optimalisasi akun belajar.id.

Kakankemenag Kota Semarang, Mukhlis Abdillah didapuk untuk membuka acara secara resmi. Mukhlis menyampaikan materi tentang pentingnya penerapan IT dalam dunia pendidikan di era teknologi yang semakin canggih sekarang ini. Mukhlis juga menyampaikan pesan tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan selama Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Sementara Gunawan Saptogiri menyampaikan tentang urgensi penanaman nasionalisme kepada para siswa. Menurutnya, guru Agama Kristen mempunyai peran yang sangat penting dalam hal ini.

“Mari bersama-sama menjadikan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar pembelajaran kita. Tujuannya untuk menjadikan siswa sebagai pelajar Pancasila yang tetap mempertahankan persatuan Indonesia di tengah keberagaman,” tutur Gunawan.

Penyelenggara Kristen Kankemenag Kota Semarang, Ribkah Pandiangan mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru PAK jenjang SD. Kegiatan ini bersumber dari bantuan DIPA Kanwil Kemenag Jawa Tengah untuk KKG PAK jenjang SD.

Karena keterbatasan waktu, kegiatan berlanjut secara daring selama tiga hari ke depan. Peserta diberikan penugasan atas materi yang sudah dipaparkan. Para peserta bisa melakukan konsultasi secara online kepada para narasumber. Pada hari terakhir, yaitu Kamis, 21 Oktober 2021 akan diadakan penutupan kegiatan secara daring. (iq//bd)