432 Calon Jamaah Haji Lunasi BPIH

Jepara_ Sebanyak 432 Pendaftar Haji Kabupaten Jepara telah melakukan pelunasn Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) pada Bank yang ditunjuk. Dari jumlah tersebut 274 jamaah yang telah melakukan daftar ulang ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara. Sebagaimana diketahui jamaah harus melakukan daftar ulang ke Kankemenag dengan membawa bukti Pelunasan dari Bank, foto jamaah dan foto copy KTP sebanyak 6 lembar.

“Pelunasan Haji tahap pertama dijadwalkan tanggal 10 april sampai dengan 5 Mei 2017. Sampai dengan tanggal 13 April (4 hari) tercatat sudah 432 Jamaah yang melunasi dan 274 diantaranya sudah melakukan daftar ulang ke Kantor Kemenag.”  Kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Ali Arifin.

Diterbitkannya Keppres No. 8/2017 tanggal 3 April 2017 yang ditindak lanjuti dengan Keputusan Menteri Agama, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh, serta penjelasan Kakanwil Agama Provinsi Jateng, besarnya BPIH untuk tahun 2017 sudah ditetapkan berdasarkan mata uang rupiah. Untuk jamaah yang berangkat dari Embarkasi Solo termasuk Jepara ditetapkan biaya sebesar Rp. 35.664.700,00 untuk tiap jamaah.

Ali Arifin menjelaskan jumlah pendaftar haji di Kabupaten Jepara yang akan diberangkatkan pada tahun 1438 H / 2017 sebanyak 1.097 jamaah atau bertambah sebanyak 202 orang dari perkiraan sebelumnya. Seperti diketahui, sejak tahun 2013 jumlah jamaah haji Indonesia sejumlah 211.000 orang dikurangi 20% tiap tahunnya dikarenakan pembangunan di komplek Masjidil Harom.

Pada tahun ini jumlah kuota jamaah haji telah dikembalikan menjadi 100% seperti sebelum tahun 2013. Selain jumlah jamaah menjadi 211 ribu juga mendapat tambahan dari pemerintah Arab Saudi sebanyak 10 ribu orang sehingga pada tahun 2017 jamaah haji asal Indonesia sebanyak 221.000 orang.

Dengan penambahan kuota haji pada tahun ini membuat jumlah jamaah haji Jawa Tengah mengalami penambahan dari 29.657 orang menjadi 30.479 jamaah atau bertambah 822 jamaah. Untuk jamaah asal Kabupaten jepara mengalami penambahan sebanyak 222 jamaah, Pada tahun 2016 sebanyak 875 meningkat menjadi 1.097 orang pada tahun ini. (jpr/bd)