6 Calhaj Kloter 92 Dan 93 Tunda Berangkat

Rembang – Sebanyak enam calon haji dari kloter 92 dan 93 terpaksa harus menunda keberangkatan menuju tanah suci. Tiga di antaranya lantaran sakit, dua mendampingi suami yang sakit, dan satu calon haji tengah hamil muda.

Demikian disampaikan oleh Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kankemenag Kabupaten Rembang, Shalehuddin, menjelang keberangkatan kloter 92 sekitar pukul 09.30 WIB pagi ini (24/8) dari depan Gedung haji, Jalan Pemuda Rembang.

Shalehuddin menjelaskan, dari kloter 92, yang ditunda pemberangkatannya adalah Islahudin warga asal Kecamatan Kragan. Islahudin terpaksa belum jadi berangkat karena menderita sakit. Dengan demikian, jumlah kloter 92 yang semula 194 calhaj, berkurang menjadi 193 jemaah.

Sementara untuk kloter 93, jumlah yang berangkat seharusnya 252 orang, namun lima calhaj harus menunda keberangkatan. Satu orang atas nama Nyai Uma Farida asal Kecamatan Lasem tengah hamil muda. Seorang lagi atas nama Chairil Anwar asal Kecamatan Pamotan menderita sakit dan istrinya Ida Musyafaah ikut menunda keberangkatan. Sepasang suami istri lagi yaitu Muhsin Ali dan Ngapi Samsudi Kasmo yang beralamatkan Desa Glebeg Kecamatan Sulang juga menunda keberangkatan karena sang suami menderita sakit.

 “Sehingga kloter 93 yang berangkat berjumlah 247 orang,” jelas Shalehuddin.

Bupati memberangkatkan

Pemberangkatan calon jemaah menuju asrama haji Donohudan secara resmi dilepas langsung oleh Bupati Rembang, H. Abdul Hafidz, didampingi oleh Kakankemenag Rembang, Atho’illah beserta jajaran Forkominda. Kloter 92 berangkat pada pukul 09.30 WIB dan diperkirakan sampai di Donohudan sekitar pukul 15.00 WIB. Sementara kloter 93 berangkat dari depan Gedung Haji Rembang pada pukul 12.00 WIB dan direncanakan sampai di Donohudan sekitar pukul 17.00 WIB.

Sebelum memberangkatkan, Bupati berpesan kepada para calhaj untuk selalu menjaga kesehatan dan menaati aturan selama berhaji. “Semoga semua jemaah menjadi haji yang mabrur dan bisa pulang ke tanah air dengan selamat,” ujarnya. — ss/bd