60 Guru Ikuti Workshop Penilaian Kurikulum PAI

Tegal – Dalam rangka meningkatkan kemajuan belajar peserta didik pada tingkat Sekolah Dasar (SD), maka penilaian dalam pembelajaran perlu dilaksanakan secara rutin, efektif dan efesien di berbagai komponen pembelajaran, demikian disampaikan KakanKemenag Kota Tegal, Akhmad Farkhan pada Workshop Penilaian Kurikulum PAI pada SD se Kota Tegal, Selasa (27/03) di Hotel Pesona Tegal.

KakanKemenag Kota Tegal, Akhmad Farkhan memandang penting tentang kemampuan penilaian harus dimiliki oleh setiap guru, karena masalah yang ada pada setiap siswa harus dapat diselesaikan pembelajaranya.

Jangan sepelekan sebuah esensi dan mengentengkan (menganggap ringan) suatu masalah dalam pembelajaran, satu contoh anak hendaknya ditekankan dalam hal melaksanakan ibadah maghdah (yang wajib dilaksanakan) seperti sholat, puasa dan lain sebagainya.

Namun sebelum kita tekankan pada siswa, ajak dialog dulu tentang pembelajaran tersebut dengan memberikan beberapa pertanyaan, misal bagaimana cara berwudhu sebelum shalat, bagaimana cara shalat Rasulullah, itulah pembelajaran dengan metode empiris.

Metode empiris artinya, kita memiliki gagasan yang bersifat rasional yang dibentuk oleh setiap guru dari pengalaman yang ia lakukan sebelumnya“terang Farkhan.

Beliau menambahkan, bahwa kemajemukan siswa bisa saja dipengaruhi oleh lingkungan, baik karena faham maupun organisasi, jadi dalam pembelajaranpun melihat kondisi siswa masing-masing.

Dengan demikian maka pembelajaran PAI disekolah akan semakin bermutu dan bagi GPAI sendiri akan dapat meningkatkan kompetensi dan kinerjanya secara terukur dan  sistematis.

Sementara itu, sebelumnya Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis), Muhsonah mengatakan, tujuan kegiatan ini dilaksanakan agar Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) dapat memperoleh ketrampilan baru pada kurtilas,  mendapat contoh model-model pembelajaran dan juga memiliki kompetensi dalam menyusun RPP serta permasalahanya.

Selain dari itu, GPAI juga diharapkan mampu mengembangkan dan meningkatkan peserta didik yang berakhlakul karimah, sehingga mata pelajaran PAI merupakan sebuah konsep, bahwa Islam itu Rahmatan Lil’alamin yang berbasis pendidikan karekter, “harapnya. (IM/rf)