Abdul Djamil : Evaluasi Komprehensif Munculkan Gagasan dan Inovasi Guna Peningkatan Pelayanan

Semarang – Pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia merupakan suatu rangkaian ibadah kolosal, dimana dalam suatu rangkaian kegiatan dilaksanakan oleh lebih dari ratusan ribu jemaah dengan latar belakang, status sosial dan tingkat pendidikan yang bervariatif, sudah barang tentu beragam persoalan terjadi di dalamnya. Sekalipun banyak tanggapan dan respon positif terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, namun tetap saja evaluasi yang komprehensif mutlak dilakukan demi upaya peningkatan pelayanan pada masa mendatang.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Republik Indonesia Abdul Djamil yang hadir sekaligus membuka secara resmi kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Embarkasi/ Debarkasi Solo 1437H di Hotel Patra Jasa Semarang menyambut baik pelaksanaan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji pada Embarkasi/ Debarkasi Solo.

“Tahun ini kinerja pelayanan jemaah haji baik di Tanah Air maupun di Arab Saudi mendapat apresiasi berbagai pihak dan kalangan, sekalipun demikian kegiatan evaluasi terhadap pelaksanaan ibadah haji merupakan arti penting dan manfaat yang signifikan dalam konteks penyelenggaraan,” tutur Abdul Djamil saat membuka kegiatan evaluasi yang akan berlangsung selama 3 hari di Hotel Patra Jasa Semarang, Selasa (09/11).

Namun pihaknya tidak akan tenggelam dengan apresiasi tersebut, bersama aparaturnya akan mengemas apresiasi dengan peningkatan layanan yang lebih baik lagi pada penyelenggaraan berikutnya.

Evaluasi pelaksanaan ibadah haji yang dihadiri oleh seluruh pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan ibadah haji diharapkan mampu merinci setiap permasalahan yang timbul selama operasional penyelenggaraan ibadah haji, sehingga akan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang bermanfaat guna peningkatan pelayanan pada musim haji yang akan datang.

“Pembahasan permasalahan yang komprehensif terhadap program pelayanan haji selama masa operasional penyelenggaraan ibadah haji yang akan dilakukan besok, diharapkan dilakukan dengan sungguh-sungguh dan rinci, sehingga akan mampu mewadahi curahan gagasan dan inovasi bagi peningkatan penyelenggaraan haji berikutnya yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Diibaratkan, bahwa penyelenggaraan ibadah haji identik dengan cerita yang tidak pernah usai, sehingga satu permasalahan teratasi muncul permasalahan baru lain yang kadang diluar prediksi kita, kompleksitas pelaksanaan haji di Indonesia merupakan konsekwensi variatifnya jemaah haji yang diberangkatkan menuju Tanah Suci. Beliau mencontohkan hanya karena bahasa permasalahan-permasalahan timbul,

“Inilah haji dengan segala kendala yang bersifat tidak terduga, namun harus segera direspons untuk mencari jalan keluar yang bijak dan santun,” pungkasnya. (gt/gt)