Adu Potensi Penghulu melalui Lomba Baca Kitab Kuning

Blora – Untuk meningkatkan kualitas dan mengadu potensi dalam membaca kitab kuning, Penghulu KUA Kecamatan se-kabupaten Blora menggelar Musabaqoh Baca Kitab (MBK) kuning yang diselenggarakan seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blora di Aula Kemenag untuk kemarin (14/04).

Kepala Kantor Kemenag Blora, Tri Hidayat melalui Kasi Bimas Islam, Maspuin mengatakan bahwa lomba musabaqah baca kitab kuning ini untuk menumbuhkan gairah terhadap kajian kitab klasik sebagai referensi dalam pelaksanaan tugas-tugas kepenghuluan di wilayah masing-masing serta untuk menggali potensi membaca dan memahami kitab kuning dengan baik dan fasih untuk aktif berperan serta dalam lomba MBK tingkat propinsi maupun Nasional.

Maspuin berharap peserta MBK Kabupaten ini bisa mempertahankan prestasi yang diraih oleh Penghulu Blora, Sofii,S.Ag yang pada tahun 2015 kemaren berhasil meraih prestasi juara pertama MBK Tingkat Propinsi Jawa Tengah dan meraih juara ke sembilan tingkat Nasional.

”Lomba ini digelar untuk meningkatkan kompetensi penghulu, karena persoalan yang semakin kompleks yang beredar di masyarakat serta peahaman kitab kuning yang komprehensif,” ujar Maspuin. “Agama Islam yang sifatnya tekstual, berhubungan dengan berbagai kitab dan literaturnya,” lanjutnya serius.

Meskipun perkembangan zaman semakin modern dengan adanya teknologi internet untuk seseorang bisa terus belajar, namun kitab kuning jangan dilupakan sebagai kualitas Akademik ”Bahkan sekarang ada kitab online, berbagai media bisa dimanfaatkan sebagai bahan referensi,namun dalam kesempatan ini, bisa diseusaikan dengan standar di wilayah masing-masing dengan meningkatkan kompetensi kita untuk membaca kitab kuning,” lanjut dia.

Menurut Maspuin, peningkatan kualitas akademik bagi penghulu dalam memahami ilmu-ilmu klasik ajaran Islam sangat perlu dilakukan, karena Ilmu-ilmu Islam merupakan sumber utama nilai-nilai Islam yang harus dipegang teguh dan diterapkan sebagai nilai-nilai utama dalam kehidupan sosial dan individual.

Sebanyak 17 penghulu perwakilan dari 17 KUA Kecamatan se-Kabupaten Blora mengikuti acara MBK yang akan diselenggarakan secara rutin tiap tahun dengan menampilkan bacaan dan pemahaman kitab secara baik dan benar.

Materi yang dilombakan berpedoman pada kitab Islam klasik seperti Kifayatul Akhyar dan Fathul Muin dengan memperhatikan nahwu shorofnya serta I’rob (tata bahasa) nya, dimana dalam lomba tersebut penguji yakni KH Muhtadi Noer, menyampaikan pertanyaan lalu peserta menjawab, atau penguji meminta peserta membacakan bab tertentu kemudian peserta membaca, menerjemahkan, dan menyimpulkan serta menjelaskan kedudukan ilmu nahwu maupun shorofnya.

“Kami sudah berusaha untuk mengkaji dan mendalami kitab kuning baik materi, bacaan kitabnya, ilmu tata bahasa dan nahu shorof serta kedudukan I’robnya semoga bermanfaat untuk pendalaman ilmu kami,” ungkap Thohir, Penghulu KUA Japah. (Ima/gt)