Agama berperan membangun optimisme bagi penderita HIV/AIDS

Karanganyar – Memperingati Hari AIDS Sedunia tahun 2015, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karanganyar menggandeng Kementerian Agama dalam menyelenggarakan dialog interaktif “Bupati Menyapa” yang disiarkan langsung melalui LPPL Radio Swiba FM pada hari Rabu, (02/12).

Dialog interaktif yang membahas upaya Pemkab Karanganyar dalam mencegah dan menanggulangi HIV/AIDS ini dihadiri oleh Bupati Karanganyar, Kepala Kemenag, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dishubkominfo dan Ketua Penanggulangan Aids sebagai narasumbernya.

Menyikapi Aids/HIV yang kian meresahkan ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Musta’in Ahmad mengatakan bahwa peran agama adalah untuk membangun optimisme terhadap penderita AIDS/HIV, mempersiapkan agar hari ini dan esok menjadi lebih baik.

“Kita berharap tokoh-tokoh agama harus mampu membangun optimisme di tengah-tengah masyarakat dalam kondisi yang semacam ini (penderita HIV/AIDS). Caranya adalah dengan menyampaikan kepada saudara-saudara kita yang sudah terinveksi HIV/AIDS untuk terus menumbuhkan optimismenya,” ucap Musta’in.

Musta’in menambahkan bahwa gejala yang gampang muncul adalah keputusasaan, kemudian melakukan tindakan-tindakan yang tidak terkontrol. “Orang hidup ini dibekali agama karena ingin kebahagian di dunia dan diakherat. Dan apabila kita terpaksanya di dunia ini tidak beruntung, tentunya kita tidak boleh mengorbankan akhirat kita. Jadi satu-satunya cara adalah dengan segera bertobat pada Allah SWT dan lakukan langkah-langkah yang akan menolong kehidupan kita sekarang dan masa depan,” tambahnya.

Cara kedua yang harus dilakukan tokoh-tokoh agama untuk menanggulangi penyebaran AIDS/HIV adalah dengan mendampingi para orang tua agar semakin jeli memperhatikan/mengontrol anak-anaknya. “Kalau masing-masing orang tua melakukan kontrol, mengetahui keberadaan anaknya setiap waktu, Insya Allah kekhawatiran kita terhadap penyebaran HIV/AIDS tidak akan berkembang,” imbuhnya.

Diakhir pernyataannya, Kepala Kankemenag Kabupaten Karanganyar mengajak masyarakat untuk hidup secara sehat, baik menurut medis maupun agama.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono yang ditanya tentang penanggulangan AIDS/HIV mengatakan bahwa Pemerintah akan melakukan langkah-langkah preventif terhadap penanggulangan AIDS/HIV. “Tentunya langkah-langkah yang akan dilakukan pemerintah sifatnya tertutup, karena hal ini menyangkut privasi dan kehidupan sosial penderita Aids/HIV Kedepannya,” terang Bupati.

Ditambahkan Bupati Karanganyar melalui Kepala Dinas Kesehatan bahwa pihaknya menyeiakan kelompok pendamping bagi penderita AIDS/HIV agar privasinya tetap terjaga dan dapat membantu apabila ada kesulitan dan lain sebagainya.

Menurut sumber dari website pemerintah Kabupaten Karanganyar, Penderita Aids/HIV pada tahun 2014 di Soloraya menembus angka 1.212 jiwa, 376 diantaranya meninggal dunia. Mereka yang terkena virus HIV adalah orang-orang yang berusia produktif. Penularan HIV tersebut melalui darah (tranfusi darah), cairan sperma dan cairan vagina (hubungan seks bebas), ASI (balita dari ibu positif HIV). (Hd)