Agus Suryo Canangkan Gerakan Moderasi Beragama Dan Anti Radikalisme Di MTs Dan MA

Banjarnegara – Bertempat di ruang rapat kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Seksi Pendidikan Madrasah mengelar rapat koordinasi persiapan gerakan moderasi beragama dan anti radikalisme jenjang MTs dan MA tahun 2021 dengan jumlah lembaga 58 madrasah. Rapat tersebut dihadiri pengawas jenjang MTs/MA, pengurus KKM MTs dan jenjang MA, RSI Banjarnegara, perwakilan Polres Banjarnegara dengan jumlah peserta 18 orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat Selasa, (9/11/21).

Kasi Penmad, Slamet Wahyudi, dalam laporannya menyampaikan bahwa gerakan ini akan diawali dengan sosialiasi program dari Polres dan RSI Banjarnegara.

“Kegiatannya di mulai dengan sosialisasi program Polres dan RSI Banjarnegara yang akan ditempatkan di MTs Andalusia, setelah itu dilanjutkan dengan penandatangan MoU antara Polres, RSI Banjarnegara dan kepala madrasah terkait program moderasi beragama dan pendidikan anti radikalisme,” ucapnya

Setelah itu akan diadakan seminar moderasi beragama dan anti radikalisme dengan nara sumber dari Bupati, Polres, Kemenag Banjarnegara dan tokoh nasional serta dilanjutkan penandatangan mendukung gerakan moderasi beragama dan anti radikalisme yang akan ditempatkan di MAN 2 Banjarnegara,

Untuk meramaikan gerakan ini, juga akan di adakan berbagai lomba. “Ada lomba tiktok tentang moderasi beragama dan anti radikalisme yang diikuti oleh guru dan siswa dari jenjang MTs dan MA,” imbuh slamet

Dalam arahannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Banjarnegara, Agus Suryo Suripto menyampaikan bahwa pendidikan anti radikalisme tidak hanya tanggungjawab Polres melainkan tanggungjawab bersama sehingga semua elemen harus ikut serta dalam gerakan ini,

“Banjarnegara bukan tujuan utama dari mereka yang menganut paham radikalisme tetapi ibarat air yang tenang ini belum tentu ada buaya, maka perlu ada sinergitas bersama dalam mencegah dan menekan paham radikalisme yang ada di Banjarnegara,” jelas Suryo.

Suryo juga menekankan bahwa bahwa gerakan moderasi beragama dan anti radikalisme harus berkesinambungan dan berjenjang sehingga dapat meningkatkan rasa cinta tanah air dan menghargai sebuah perbedaan.

“Saya juga akan menggerakan semua komponen yang ada pada Kantor Kementerian Agama Banjarnegara mulai dari Seksi Madrasah, Bimas, Haji, PAIS dan Pontren untuk bersama-sama secara masif melaksanakan gerakan  moderasi beragama dan anti radikalisme,” ucapnya.

Dalam sambutannya, Windi perwakilan dari Polres Banjarnegara menyampaikan bahwa Polres Banjarnegara siap untuk bekerjasama dalam menyukseskan gerakan moderasi beragama dan anti radikalisme. “Dengan adanya MoU antara madrasah dengan Polres, masing-masing lembaga/instansi dapat saling bersinergi tidak hanya sebatas gerakan moderasi beragama dan anti radikalisme saja tetapi banyak kegiatan yang pada nantinya dapat meningkatkan keamanan dan ketertiban warga masyarakat Banjarnegara,” ucapnya.

Sementara itu, Gatot dari RSI Banjarnegara dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan Kemenag Banjarnegara  yang mau menggandeng RSI Banjarnegara dalam kegiatan ini,

“Tim RSI Banjarnegara akan menyiapkan peralatan kesehatan, tenada dokter dan tenaga medis yang akan hadir pada setiap kegiatan untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaaan kesehatan peserta gerakan moderasi beragama dan  anti radikalisme secara gratis, serta akan membuka layanan konsultasi kesehatan pada madrasah yang nantinya ditunjuk sebagai pusat layanan kesehatan madrasah,” jelasnya

Hasil rakor disetujui untuk diadakan gerakan moderasi beragama dan anti radikisme pada jenjang MTs dan MA dengan melaksanakan jadwal kegiatan yang telah disusun secara bersama-sama.  (kan/ak/rf)