Ajarkan pemahaman Islam yang benar di Madrasah

Rembang — Merebaknya isu terkait organisasi masyarakat maupun organisasi yang mengatasnamakan Islam dan dianggapkan meresahkan masyarakat, patut menjadi keprihatinan bagi umat muslim di Indonesia. Isu-isu terkait terorisme, radikalisme, dan organisasi masyarakat yang Betapa tidak, organisasi tersebut menebarkan ajaran-ajaran yang telah menyimpang dari aqidah Islam.

Hal tersebut langsung mendapat respon dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Atho’illah. Berdasarkan surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam yang ditindaklanjuti oleh surat Kepala Kantor Wilayah kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Atho’illah mengimbau kepada segenap Kepala Madrasah, baik negeri maupun swasta untuk menyampaikan hal-hal terkait isu terorisme dan Gafatar kepada peserta didik.

Dalam pertemuannya dengan para Kepala madrasah, Kamis pagi tadi, Atho’illah meminta untuk mewaspadai keberadaan organisasi tersebut. “Jangan sampai faham-faham yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, namun identik dengan Islam sampai kepada anak-anak kita di madrasah,” tandasnya.

Hal ini juga sesuai dengan kandungan dari kurikulum 2013 yang memuat tentang hubungan kepada Allah dan hubungan kepada manusia. “Jelaskan kepada peserta didik bahwa agama Islam adalah agama yang damai, santun, dan mengedepankan nilai-nilai rahmat bagi alam semesta, dan menghargai kemanusiaan,” tegas Atho’illah seperti yang dihimbau dalam SE Ditjen Pendis.

Hal tersebut sangat penting, karena pelajar merupakan usia yang sangat peka dimasuki ajaran apa pun. Remaja merupakan usia di mana mereka sedang mencari jati diri, utamanya pada usia sekolah menengah. Oleh kareanya, para guru agama Islam harus pandai-pandai mengontrol emosi anak agar tidak terbawa oleh ajaran-ajaran tersebut.

“Sebaliknya, anak harus diarahkan untuk berpikir positif, menjaga ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah, dan menjaga persatuan kesatuan bangsa,” imbuhnya.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Pokjawas Kankemenag Kabupaten Rembang, Masduki juga menyampaikan hal tersebut kepada puluhan guru PAI di sekolah umum yang diselenggarakan pagi tadi. Masduki meminta guru PAI untuk mewaspadai gerakan-gerakan yang terkesan menyimpang yang dimungkinkan masuk di lingkungan sekolah.

“Kita harus menanamkan keimanan kepada peserta didik agar tidak sampai terbawa oleh ajaran-ajaran yang sudah tidak sesuai dengan jalannya. Karena organisasi ini biasanya akan mencari target orang-orang yang lemah imannya dan sedang bermasalah, baik masalah keluarga, sosial, maupun ekonomi,” terangnya.—Shofatus Shodiqoh