Akhlakul Karimah Petugas dalam Pelayanan terhadap Jemaah Haji

Boyolali (PHU) – Sejak dibukanya kegiatan Pelatihan dan Pembekalan Terintegrasi Petugas Yang Menyertai Jemaah Haji Tahun 1439 H/2018 M di Embarkasi Solo oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada Senin malam (30/04), pada hari kedua pelatihan petugas, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Farhani memaparkan materi tentang Kepemimpinan dan Akhlakul Karimah bagi Petugas Haji.

Dijelaskan bahwa Kementerian Agama akan selalu melakukan inovasi dalam rangka mewujudkan Kementerian Agama yang bersih dan melayani demi memberikan pelayanan yang terbaik.

’’Yang dirasakan oleh masyarakat, dari tahun ke tahun penyelenggaraan ibadah haji kita selalu meningkat. Eksistensi keberadaan dari para petugas sebagai salah satu indikator penilaian indeks kepuasan jemaah haji. Di tahun 2017 poin nilai tertinggi salah satunya adalah pelayanan para petugas kloter,’’ kata Farhani kepada para peserta pelatihan terintegrasi di Aula Muzdalifah, Selasa (01/05).

Beliau menerangkan bahwa, kegiatan pelatihan ini merupakan bekal pengetahuan bagi para petugas dalam melayani jemaah haji nantinya di Arab Saudi. Berdasarkan data tahun kemarin, untuk jemaah haji Embarkasi Solo hampir 70 % masuk dalam kategori jemaah risti (resiko tinggi). Sehingga akan mempengaruhi terhadap pelayanan kepada seluruh jemaah haji.

’’Sikap layanan dari petugas yang dilandasi nilai-nilai agama akan mempengaruhi dalam memberikan pelayanan yang terbaik terhadap jemaah haji,’’ katanya.

Farhani menerangkan bahwa untuk menunjang kinerja sebuah pelayanan ditentukan oleh beberapa indikator, diantaranya yaitu keterbukaan, kesederhanaan, kepastian, keadilan, keamanan dan kenyamanan serta perilaku petugas pelayanan.

’’Komitmen kita untuk selalu dan selalu meningkatkan pelayanan terhadap jemaah haji,’’ pungkas Farhani. (djs/gt).