Akhmad Farkhan : Ujian Akhir Bersama Nasional Merupakan Langkah Pemetaan Madrasah Kedepan

Tegal- KakanKemenag Kota Tegal, Akhmad Farkhan didampingi Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS), Muhsonah beserta staf Pakis dan Humas dalam satu tim melakukan monitoring UABN pada MDTA putaran kedua, Selasa (10/04) di MDTA Miftakhussalam.

Monitoring tersebut berbarengan dengan rombongan dari Pemerintah Kota Tegal yang dipimpin langsung oleh Pjs Walikota Tegal Achmad Rofa’i, Kepala Dinas Pendidikan Johardi, Bagian sosial dan beberapa staf Pemkot lain.

Rencana monitoring kali ini dijadwalkan pada tiga lokasi yaitu MDTA Miftahussalam Kelurahan Slerok, MDTA Miftahul Huda Kelurahan Pesurungan Kidul dan MDTA Nurul Huda di Kelurahan Muarareja, “kata salah satu staf Pakis, Eka Umi Saroh Hayati saat kunjungan berlangsung.

Dalam kunjunganya, KakanKemenag beserta rombongan diterima dengan baik oleh Kepala Madrasah, Makmuri beserta para ustadz dan ustadzah yang saat itu sedang mengawasi ujian.

Pada kesempatan tersebut KakanKemenag Kota Tegal, Akhmad Farkhan menyampaikan, bahwa Ujian Akhir Bersama Nasional (UABN) MDT yang sedang berlangsung serentak saat ini, bisa dijadikan pemetaan Madrasah Diniyah Takmiliyah kedepan.

Yaitu dengan melihat soal-soal di setiap mata pelajaran yang diujikan, kondisi peserta ujian dan semua aspek yang menyangkut tentang penyelenggaraan ujian, “terang Farkhan.

Beliau berharap, mudah-mudahan ujian bisa berjalan dengan lancar, peserta ujian bisa mengerjakan semua soal dengan baik serta mendapat nilai yang memuaskan.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Kepala Madrasah Miftahussalam, Makmuri mengatakan Penyelenggaraan Ujian Akhir Bersama Nasional (UABN) pada Madrasah Diniyah Takmiliyah dilaksanakan serentak diseluruh Indonesia yang berlangsung selama empat hari, 9-12 April 2018.

Dimana mata pelajaran yang diujikan dalam UABN MDT terdiri dari tujuh mapel, yaitu: Al-Quran, Hadits, Fiqih, Bahasa Arab, Aqidah, Akhlak dan Tarikh,” terang Makmuri.

Mengenai peserta yang mengikuti ujian pada madrasah kami berjumlah sekitar 50 santri, “ kata Makmuri yang sudah menjabat sebagai Kepala Madrasah selama 14 tahun lebih yaitu sejak tahun 2003 sampai sekarang, sebelumnya Ia menjabat Kepala TPQ Syi’arul Islam sejak tahun 1989 sampai 2003.

Ke 50 santri tersebut diasuh oleh tenaga profesional dari para ustadz dan ustadzah yang kesemuanya lulusan sarjana, lain dari itu “Alhamdulillah madrasah kami juga sudah terdaftar melalui yayasan Miftahussalam dengan SK Menkumham, “ ujarnya. (im/rf)