Akreditasi RA, Membangun Budaya Mutu secara Berkelanjutan

Temanggung – Akreditasi dilakukan untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan non formal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. Akreditasi terhadap program dan satuan pendidikan dilakukan oleh pemerintah dan/atau lembaga mandiri yang berwenang sebagai bentuk akuntabilitas public  dan dilakukan atas dasar kriteria yang bersifat terbuka.

Demikian sambutan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Temanggung, Sudarmadi, M.Pd, saat membuka kegiatan Workshop akreditasi bagi Raudlatul Atfal, Rabu (17/10), di Gedung Graha Bhumi Phala, Temanggung.

“Tujuan akreditasi RA sebagai usaha pengendalian dan penjaminan mutu pendidikan program dan satuan PAUD dan PNF di wilayah Republik Indonesia,” ujarnya.

Di tempat yang sama, H. Munsiri, Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, dalam hal ini mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Daerah IGRA yang berinisiasi menyelenggarakan kegiatan ini. Kasi Pendidikan Madrasah menyampaikan beberapa hal mengenai program yang harus diikuti dan dilaksanakan oleh lembaga RA, seperti Emis, Simpatika dan Akreditasi sekolah.

“Alhamdulillah sekarang sudah terbit hasil penilaian akreditasi untuk 8 RA di KBB, dan untuk RA yang belum diakreditasi jangan takut untuk segera mempersiapkan dan mendaftarkan lembaganya untuk diakreditasi,” jelasnya.

Menurut Munsiri, akreditasi dipandang penting demi kelancaran dan pengakuan dari pemerintah bahwa sekolah tersebut betul-betul layak dan tentu saja ada keterkaitannya dengan pemberian BOP RA kedepannya.

“Banyak manfaat akreditasi bagi lembaga pendidikan RA diantaranya membangun budaya mutu secara berkelanjutan, terencana, dan kompetitif, mendorong satuan PAUD dan PNF agar selalu berupaya meningkatkan mutu program PAUD dan PNF dan dapat memanfaatkan semua informasi hasil akreditasi yang handal dan akurat sebagai umpan balik dalam upaya meningkatkan kinerja satuan PAUD dan PNF. Selain itu juga dapat dijadikan  pemetaan mutu pendidikan di satu wilayah dan secara nasional,” pungkasnya.

Dalam laporannya, ketua IGRA, Ninuk Ernaningtyas menyatakan, bahwa kegiatan yang diikuti oleh 193 lembaga RA/BA se Kabupaten Temanggung ini diselenggarakan guna menambah wawasan keilmuan bagi para guru RA yang ada diwilayah PD IGRA Kabupaten Temanggung. Serta Workshop Akreditasi ini bertujuan meningkatkan pelayanan pendidikan menuju RA/BA yang hebat dan bermartabat.

Acara pembukaan dihadiri juga Ketua pokjawas, ketua PGSI dan peserta yang berjumlah 193 lembaga RA/BA se Kabupaten Temanggung, dengan narasumber, Tulus Suko Bagiyo. S.Kom dan Rusmanto. S.Pd, dari BAN PAUD & PNF Provinsi Jawa Tengah.(nm-sr/sua)