Akreditasi Untuk Menentukan Tingkat Kelayakan Suatu Sekolah/Madrasah

Temanggung Akreditasi sekolah/madrasah tahun 2018 yang akan segera dilaksanakan, menuntut adanya persiapan dari semua madrasah baik administrasi, sarana prasarana, partisipasi masyarakat, kemampuan guru dan pemahaman terhadap instrumen akreditasi terbaru. Demikian Miftahul Hadi selaku ketua pokjawas dalam sambutan pembinaan dan monitoring persiapan akreditasi pada hari Rabu (07/03) di MI Ngropoh Kecamatan Kranggan.

Dikatakan oleh Miftakhul Hadi bahwa Akreditasi bertujuan untuk menentukan tingkat kelayakan suatu sekolah/madrasah dalam menyelenggarakan layanan pendidikan dan memperoleh gambaran tentang kinerja sekolah/madrasah.

Dalam pembinaannya, Miftakhul Hadi  selaku ketua Pokjawas  juga menyampaikan, akreditasi madrasah adalah proses penilaian secara komprehensif terhadap kelayakan satuan atau program pendidikan, yang hasilnya diwujudkan dalam bentuk sertifikat pengakuan dan peringkat kelayakan yang dikeluarkan oleh suatu lembaga yang mandiri dan professional yang diakomodasi Badan Akreditasi Provinsi – Sekolah Madrasah (BAP-S/M) dimana sebagai tangan panjang Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M).

Lebih lanjut dijelaskan,  bahwa menyadari instrumen akreditasi tahun 2017 mengalami banyak perubahan, maka perlu madrasah yang akan akreditasi perlu mendapatkan sosialisasi terutama dari Pokjawas yang sebagian anggota pengawas sebagai assessor.

Untuk itu Miftakhul Hadi berpesan selain pemenuhan terhadap standar nasional pendidikan dan standar pelayanan minimal sebagai tolak ukur nilai akreditasi. Beliau berharap kepala madrasah dan timnya betul-betul dapat menyajikan data, administrasi dan kondisi madrasah secara baik dan benar sehingga assessor dapat memotret hasil yang ada di lapangan apa adanya sebagai upaya peningkatan mutu yang objektif.

“Oleh karena itu pihak madrasah benar-benar mempersiapkan dengan baik, sungguh-sungguh terhadap permintaan penilaian layanan akreditasi baik SNP dan SPM dengan mengkomunikasikan dengan baik bersama assessor tanpa mengurangi etika, kesantunan dalam penilaian”, pesannya.

Dalam kegiatan yang berlangsung sehari tersebut tim pokjawas yang terdiri dari empat orang yaitu Miftahul Hadi, Nur Makhsun, Nur Khumailah, Nur Naningsih melakukan pengecekan ketersediaan adminstrasi delapan standar yang sudah disediakan pihak madrasah.

“Sementara itu Bimbing Gunawantyas selaku Kepala Madrasah menyampaikan bahwa kegiatan monitoring yang dilakukan Pokjawas  tersebut  besar manfaatnya bagi madrasah untuk mengetahui kekurangan administrasi dan sarana prasarana dalam menyiapkan akreditasi. Harapanya agar kegiatan tersebut tidak hanya dilakukan sekali saja,”pungkasnya. (nm/sr/rf)