Akselerasi Reformasi Birokrasi dengan Internalisasi Budaya Kerja

Karanganyar – Dalam rangka meneguhkan kembali semangat lima nilai budaya kerja, Kabag TU Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, H. Suhersi melakukan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN/PNS) bagi pegawai di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, (13/03). Turut mendampingi Kabag TU, hadir Kepala Kemenag Karanganyar, H. Musta’in Ahmad dan Kasubbag TU, H. Wiharso.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar ini diikuti oleh 60 an orang yang terdiri dari Kasi/Penyelenggara, Kepala Madrasah Negeri, Kepala KUA, serta Perwakilan Penyuluh dan Penghulu se Kabupaten Karanganyar.

Dalam pembinaannya, Kabag TU mengatakan bahwa internalisasi lima nilai budaya kerja sangat penting dalam rangka mengakselerasi reformasi birokrasi di Kementerian Agama, dimana reformasi ini berjalan sesuai Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025.

“Internalisasi lima nilai budaya kerja ini sangat penting dalam mengakselerasi reformasi birokrasi di Kementerian Agama. Dengan melaksanakan apa yang disebut budaya kerja, pelayanan dan kinerja di lingkungan kita akan semakin baik,” ujar Suhersi.

Lebih lanjut Suhersi mengatakan bahwa mental seorang pegawai juga sangat penting dalam membangun kultur birokrasi di instansinya masing-masing. Menurutnya, etos kerja dan kejujuran akan mempengaruhi banyak hal dalam meningkatkan kualitas birokrasi di Kementerian Agama.

“Mental seorang pegawai itu penting. Etos kerja dan kejujurannya. Orang jujur itu enak, hatinya tenang, kaya, sehingga ketika memegang jabatan adalah amanah dan dapat dengan jujur serta mempengaruhi banyak hal,” tambahnya.

Di akhir pembinaannya, Kabag TU mengajak seluruh pegawai di lingkungan Kemenag Karanganyar untuk banyak bersyukur karena bekerja di Kementerian Agama. Menurutnya, satker di Kemenag yang luas memberi banyak kesempatan pada pegawainya. Disamping itu, nilai tambah bekerja di Kemenag adalah bekerja dan beribadah.

“Banyak kelebihan bekerja di Kementerian Agama, satu hal yang paling utama adalah kita plus pendapatannya, yaitu bekerja dan beribada,” tutupnya. (ida-hd)