Akselerasi Reformasi Birokrasi Kemenag Jateng Majeng

Solo (Humas) – Kakanwil Kemenag Prov. Jateng, Musta’in Ahmad terus mendorong agar masing-masing satker pilot project untuk melakukan percepatan mewujudkan Reformasi Birokrasi melalui pembangunan zona integritas menuju WBK dan WBBM pada kegiatan Akselerasi Reformasi Birokrasi yang digelar secara luring di The Sunan Hotel dan daring melalui zoom meeting.
“Marilah kesempatan ini kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya dan lengkapi hal-hal yang menjadi ketentuan dalam penilaian Kemenpan RB,” ajak Kakanwil Jum’at (11/06).

Dihadapan para peserta yakni pejabat eselon 3 Kanwil, Pokja Satker yang maju penilaian Kemenpan RB tahun 2021, dan satker pilot project tahun 2022, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menyampaikan terus berusaha memperbaiki tata kelola pemerintah.

“Perbaikan nilai indeks anti korupsi dan bagaimana kita dapat memberikan pelayanan yang memuaskan dan membahagiakan bagi masyarakat, dua hal tersebut menjadi arah besar kita,” tuturnya.

Sejalan dengan Kakanwil, Kabag Fasilitasi RB dan Pelaporan, Kartika Damawanti mengatakan bahwa Akselerasi Reformasi Birokrasi ini sebagai penguatan dan pemantapan dalam mewujudkan Reformasi Birokrasi. Seorang pimpinan harus mampu membuat satu gebrakan, sebagaimana yang dilakukan oleh Kakanwil dengan slogan “Kemenag Jateng Majeng Sareng” dan langkah mewujudkannya sudah dapat menunjukkan role model yang baik. Dimana ini menjadi yang terdepan dengan 15 Satker maju dalam penilain Kemenpan RB.
“Selamat kepada Kanwil, 11 Kemenag, 3 Madrasah, melalui pilot project insya allah Kemenag bisa menunjukkan sudah lebih baik dalam memberikan layanan-layanan kepada masyarakat,” ungkap Kartika.
“Semoga percepatan ini menjadi contoh satker lain yang sama-sama sedang berjuang,” lanjutnya.
Lebih lanjut Kartika Damawanti mengingatkan untuk mulai membangun sinergi dengan membuat MoU dengan Pemerintah daerah atau KL lainnya terkait layanan. Ia juga mengungkapkan bahwa kuncinya adalah inovasi layanan dan publikasi sehingga Kemenag mendapat image yang baik dari masyarakat.
“Kuncinya inovasi untuk percepatan layanan publik, menyesuaikan salah satu program Menag saat ini yakni transformasi layanan publik, maka perlu dibuatkan fungsinya menjadi luar biasa,” tutur Kartika.
“Perlu dibangun media-media informasi melalui website dan social media sehingga Kemenag well informed. Meningkatkan brand image yang mampu menaikkan gengsi instansi,” lanjutnya.
Kartika menegaskan yang perlu dihadapi dalam penilaian Kemenpan RB, yakni meyakinkan Kemenpan RB bahwa layanan kita sudah baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Diakhir sambutannya Kartika menyebutkan langkah-langkah yang harus ditempuh dalam menghadapi penilaian Kemenpan RB, diantaranya yakni : coaching treatment apa yang sudah dilakukan untuk semua ASN, pemberian penghargaan kepada ASN atau agen perubahan, memberikan pelatihan-pelatihan layanan prima. Gali semua potensi Kementerian Agama, masing-masing Satker harus mampu menujukkan inovasi layanan yang manfaatnya benar-benar diakui oleh masyarakat dan masyarakat merasa senang dilayani (qq)