Aktualisasikan Rahmatan Lil Alamin dengan Berbuat Baik kepada Sesama

Magelang – Kepala Kantor Kemenag Kab. Magelang Kudaifah mengajak para pelajar SMA/SMK untuk mengaktualisasikan wawasan Islam rahmatan lil alamin dengan senantiasa berbuat baik kepada sesama. Dasar dari ajakan ini adalah sabda Rasulullah Saw yang berbunyi khoirun nas anfauhum linnas, yang artinya sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat bagi manusia lainnya.

Ajakan tersebut disampaikan pada kegiatan Penguatan Wawasan Rahmatan Lil ‘Alamin bagi Siswa SMA/SMK yang diselenggarakan oleh Seksi Pendidikan Agama Islam, Rabu, (19/04/2017), di Hotel Trio, Magelang. Sebanyak 40 orang pelajar SMA dan SMA di kabupaten Magelang mengikuti kegiatan tersebut.

Untuk mewujudkan perbuatan baik kepada sesama, maka para pelajar harus memahami visi hidup manusia yaitu selalu berorientasi untuk mendapatkan ridlo Allah Swt. Melalui serangkaian tanya jawab, Kudaifah menyimpulkan bahwa sebenarnya setiap manusia mempunyai visi yang berbeda tentang kebahagiaan hidup.

“Tadi anak-anak menyampaikan. Bahagia itu jika berilmu, karena dengan ilmu ia dapat menjalankan agama dengan baik. Ada yang menyampaikan bahagia itu apabila beragama, karena dengan beragama akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Semuanya benar, namun muara dari semuanya adalah mendapatkan ridla Allah Swt. Kita harus berilmu, beragama, dan mencari ridlo Allah Swt. Jangan sampai ini dilepaskan,” kata Kudaifah.

Kudaifah menjelaskan bahwa dalam rangka memperoleh ridlo Allah Swt, dapat ditempuh dengan dua acara yaitu tidak menyembah kecuali kepada Allah Swt yang diimplementasikan dengan menegakkan kewajiban shalat lima waktu dan berbakti dengan orang tua.

“Kunci ridlo Allah adalah tidak menyembah kecuali kepada Allah Swt, dengan menegakkan shalat 5 waktu, berbuat baik kepada kedua orang tua. Dua dasar inilah yang harus senantiasa menjadi bekal bagi para pelajar untuk menjadi bibit unggul,” katanya.

Kudaifah mengajak para pelajar untuk selalu mensyukuri nikmat kemerdekaan sebagai anugerah Tuhan YME yang diperjuangkan oleh para pahlawan yang terdiri dari berbagai agama, keyakinan, dan suku yang berbeda.

“Karena berangkat dari perbedaan, maka dalam rangka mewujudkan syukur tersebut kita harus dengan menerima perbedaan itu dan tidak memaksakan bahwa hanya ajaran agama tertentu saja yang boleh hidup di Indonesia,” lanjutnya.

Dalam konteks sebagai pelajar, wawasan Islam rahmatan lil alamin dapat diwujudkan dengan menata diri melalui aktualisasi menegakkan shalat lima waktu, berbakti kepada kedua orang tua, dan selalu berorientasi untuk memberikan manfaat kepada orang lain di sekitarnya.

“Jadikan sabda rasul khoirun nas anfauhum linnas, sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain, menjadi semangat sehingga menimbulkan perilaku positif,” katanya. (m45k)