Akurasi Data Lembaga Pendidikan Keagamaan masih rendah

Magelang – Data yang diberikan lembaga keagamaan seperti Madrasah Diniyah (Madin), Taman Pendidikan Alquran (TPQ) dan Pondok Pesantren (Ponpes) kepada Tim EMIS (Education Managemen Information Sistem) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah masih banyak yang tidak valid. Hal ini terungkap dalam kegiatan Pembinaan Penguatan Tenaga Pengolah Data pada Lembaga Pendidikan Keagamaan di Pondok Makan Daun Salam Bayeman Magelang, Rabu (12/8).

Hal tersebut diungkap oleh Nur Khoyin, Tim EMIS Kanwi Kemenag Prov. Jawa Tengah sebagai narasumber kegiatan.

“Data Ponpes, Madin dan TPQ masih banyak yang salah, baik data tentang santri, ustad, maupun data kelembagaannya,” katanya.

Sementara itu, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kemenag Kab. Magelang, Agus Syafei, menyampaikan bahwa kegiatan ini diadakan lebih awal dibanding kegiatan sama yang diadakan Kantor Kemenag yang lainnya, termasuk Kanwil Kemenag Prov. Jawa Tengah. Rencananya Kanwil baru akan mengadakan kegiatan tersebut pada tanggal 13 Agustus 2015. Dengan diselenggarakan lebih awal diharapkan kegiatan pendataan nantinya dapat lebih optimal.

Lebih lanjut Agus menjelaskan bahwa data Emis merupakan informasi penting yang dapat dimanfaatkan dan digunakan oleh seluruh pemangku kepentingan untuk berbagai keperluan terutama untuk pendukung perencanaan dan pengambilan kebijakan program pada Lembaga Pendidikan Keagamaan .

Narasumber lainnya, Setyawatiningsih, Kasi Sistem Informasi Bidang PD Pontren Kanwil Kemenag Prov. Jawa Tengah menyampaikan persyaratan data dinilai valid jika memenuhi lima syarat, yaitu lengkap, akurat, akuntabel, rapi, dan tepat waktu.

Kegiatan ini diikuti oleh 80 peserta yang merupakan pengampu dan pendidik pada lembaga pendidikan keagamaan di kabupaten Magelang. Setelah kegiatan diharapkan peserta dapat melengkapi data kelembagaan masing-masing dengan kondisi yang sebenarnya, sehingga akurasi data lembaga pendidikan keagamaan di kabupaten Magelang meningkat. (Athoy)