Al Qur’an Harus Menjadi Spirit Proses Pembelajaran di Madrasah

Karanganyar – Madrasah sebagai lembaga pendidikan bercirikan agama harus berbeda dengan sekolah lainnya. Siswa-siswi yang sekolah di Madrasah harus memiliki iman dan akidah yang kuat, serta semangat beragama yang baik. Karena inilah yang membedakan produk madrasah dengan lainnya.

Demikian disampaikan oleh Pengawas Madrasah Aliyah, Heru Prasodjo dalam kegiatan Pembinaan Tenaga Pendidikan dan Kependidikan MAN Karanganyar, (08/11). Kegiatan yang dilaksanakan di ruang aula madrasah ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, H. Musta’in Ahmad dan Kepala MAN Karanganyar, Sedyoko.

Untuk menghasilkan lulusan madrasah yang berkualitas, Pengawas MA memberikan tips agar tujuan pendidikan yang diharapkan dapat tercapai, diantaranya adalah dengan menjadikan Al Qur’an sebagai spirit dalam proses pembelajaran di Madrasah, apapun bidang studi yang diampu oleh guru-guru madrasah.

“Semua bidang studi harus dikorelasikan dengan Al Qur’an. Cari ayat-ayat dalam Al Qur’an yang sesuai dengan bidang studi yang diampu oleh bapak ibu guru, tujuannya adalah agar timbul semangat dan membawa kebaikan bagi anak didik kita. Jadi semuanya harus dimulai dari Al Qur’an.”, ucap Heru Prasodjo.

Lebih lanjut Heru Prasodjo mengatakan bahwa umat Islam harus berjalan dengan dua kaki dalam beribadah, maksudnya adalah dengan menyeimbangkan antara ibadah mahdoh dan ghoiru mahdoh, ibadah yang vertikal dengan Allal SWT dan ibadah yang bersifat Horizontal dengan lingkungannya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, H. Musta’in Ahmad yang juga memberikan sambutan,menyampaikan pembinaannya terkait visi misi Kementerian Agama dan budaya kerja pegawai, guru dan jajarannya.

Menurutnya, semua pegawai yang berada di bawah Kementerian Agama harus menjalankan minimal satu diantara misi yang dimiliki oleh Kementerian Agama, apakah itu tentang pengelolaan pemerintahan yang bersih, tentang pendidikan atau lain sebagainya. Hal ini penting agar setiap pegawai tidak keluar dari jalur yang sudah ditentukan untuk mencapai tujuan bangsa.

“Pegawai Kemenag harus melaksanakan peran dan fungsi dari Misi Kementerian Agama, dan untuk menjalankan visi misi itu perlu adanya budaya kerja, dan masing-masing orang disini harus berikhtiar untuk melakukan yang terbaik”, tegas Musta’in.

Tidak lupa Kepala Kemenag juga mengapresiasi kegiatan pembinaan tenaga pendidikan dan kependidikan MAN Karanganyar yang nantinya dilanjutkan dengan evaluasi proses pembelajaran. Menurutnya, evaluasi dalam sebuah instansi atau lembaga sangatlah penting guna memperbaiki proses-proses dimasa mendatang. (ida-hd/Wul