Anak-anak Bagaikan Kanvas, Kitalah Pelukisnya

Rembang – Perilaku buruk pada zaman sekarang ini bisa menimpa siapa saja. Terpaan teknologi, konsumsi televisi, internet, dan media sosial yang tidak terfilter dengan baik akan bisa berpengaruh buruk bagi pengguna media. Dari sinilah masyarakat dengan cepatnya akan mengadopsi berbagai budaya dan perilaku yang kurang sesuai dengan norma-norma agama dan budaya berbangsa bernegara.

Hal tersebut menjadi sorotan tersendiri bagi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kankemenag Kabupaten Rembang, Jasim saat memberikan arahan kepada segenap Kepala RA se-Kabupaten Rembang pada acara rakor guru RA yang diadakan pada Selasa (08/11) di Aula Kankemenag Kabupaten Rembang.

Kepada puluhan Kepala RA, Jasim mengatakan, hal tersebut sangat mungkin berpengaruh pada anak-anak masa kini. Karena pada usia emas, mulai sekolah dasar anak-anak sudah mengenal internet melalui handphone. Untuk mengantisipasinya, sejak usia RA, anak-anak sudah harus ditanamkan nilai-nilai agama sebagai pedoman perilaku sehari-hari.

“Anak-anak  RA itu ibarat kanvas yang masih putih, belum ternoda oleh coretan-coretan atau noktah. Kita orang tua lah, termasuk guru RA yang akan melukis dan mewarnai kanvas putih tersebut. Baik buruknya tegantung bagaimana kita memberikan warna dan coretannya,” kata Jasim.

Menurut Jasim, pendidikan agama sangat tepat untuk membekali anak-anak RA membawa dirinya ketika dewasa nanti. Sehingga mereka akan bisa memilah-milah yang benar dan baik serta tetap berperilaku santun ketika menghadapi perkembangan dunia yang kian berdinamika ini.

“Sebagaimana yang kita tonton di media massa akhir-akhir ini, kebebasan berpendapat semua orang semakin tidak terkendali. Banyak yang saling menghujat dan mencaci. Hal ini harus dihindarkan dari anak-anak sejak dini. Anak harus diajarkan bagaimana bersikap yang baik di tengah-tengah masyarakat,” papar Jasim.

Tertib administrasi

Kepada pengelola RA, Jasim juga menekankan untuk menertibkan administrasi segala sesuatu yang menyangkut lembaga. Sebab, dalam rangka mewujukan Zona Integritas dan Wilayah Bebas Korupsi, Kemenag tengah menggalakkan kedisiplinan aparaturnya di semua lapisan satker.

“Ketertiban adiminstrasi mutlak dipenuhi. Sehingga apabila ada pemeriksaan baik dari internal maupun eksternal, tidak akan ditemukan permasalahan,” tandasnya. – (SS/gt)