Anak Muda Sebagai Agen Moderasi Beragama

Semarang (Humas) – Kanwil Kemenag Prov. Jateng bekerjasama dengan media swasta IMTV Jawa Tengah menggelar Talk Show yang mengusung tema Inspirasi Moderasi Beragama yang disiarkan secara langsung melalui IMTV Jateng dan Youtube Kanwil Kemenag Prov. Jateng pada Kamis, (11/11/2021).

Untuk tercapainya tujuan membuat kaum muda sebagai agen moderasi beragama, dalam kegiatan tersebut mengundang 4 narasumber yang sudah piawai membahas moderasi bergama, yakni Kabag TU Kanwil Kemenag Prov. Jateng, Fajar Adhy Nugroho, Ketua PW GP Ansor Jateng, Gus Sholah, Wakil Ketua FKUB Jateng, Iman Fadhilah, dan Koordinator Pelita, Setyawan Budi Wahyono.

Dalam acara tersebut Wakil Ketua FKUB Jateng, Iman Fadhilah memulai sesinya dengan menjelaskan indeks keberadaban di dunia digital. Secara mengejutkan ternyata Indonesia masuk kedalam kategori terbawah no 9 se-Dunia. Microsoft mengatakan netizen Indonesia seringkali melakukan ujaran kebencian karena hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dipermasalahkan. Seperti halnya ada yang menyangkut Indonesia atau warga Indonesia, maka netizen langsung berbondong bondong datang dan memberikan komentar yang tidak menyenangkan. Hal-hal seperti itulah yang membuat Indonesia sangat dianggap rendah dalam indeks keberadaban di dunia digital.

Iman juga menjelaskan bahwa kita semua, kusunya kaum muda sangat erat dengan yang namanya gawai/handphone. Bahwa kaum muda harus mulai mengurangi kebiasaan buruk terlalu merekat dengan gawai. Dia mengajak kaum muda untuk mulai mengetahui dan memaksimalkan potensi diri yang dimiliki.

“Mulai sekarang kita harus sedikit melepas kebiasan kita membuang waktu bermain hp dan menggantinya dengan hal-hal yang lebih bermanfaat, seperti menggali potensi atau mencari sebuah hobby,” ujar Iman.

Iman bercerita bagaimana ia terkejut tentang data yang mengatakan bahwa sekitar 60% anak muda lebih mudah tersangkut pada kelompok ekstrem. Dia juga memeberitahu bahwa Reskrim POLRI mencatat ada banyak sekali pelaku bom yang masih berusia 18 tahun.

Iman mengajak kaum muda agar “Jangan sampai kita menjadi mainan dan objek oleh pihak pihak yang memiliki kepentingan, apalagi kekerasan atas nama agama,”. Diakhir paparanya, Iman mengharapkan kepada Kementerian Agama untuk mengadakan pengembangan tentang kontrol diri hingga melek informasi dan teknologi yang bermanfaat.

“Harus ada pembimbingan pelatihan sehingga anak anak muda bisa benar benar menjadi agen keberagaman,” imbuh Iman.

(bqq)