ANBK hari Pertama MIN Kota Semarang Lancar

Semarang — Pemerintah berkomitmen memajukan pendidikan nasional dengan menggelar Asesmen Nasional. MIN Kota Semarang mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2021 kelas 5 pada Rabu – Kamis (24-25/11/2021)

Melansir situs Kemdikbud, ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer) adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter), kualitas proses belajar-mengajar, dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. ANBK diklaim sangat penting untuk meningkatkan mutu sistem pendidikan di Indonesia.

Nadzib selaku Kepala Madrasah berkoordinasi ketua panitia pelaksanaan Setyowati Meiningsih untuk mengupayakan kegiatan berjalan dengan lancar dan sukses. Pihaknya mengungkapkan, semua dana dalam pelaksananan ditanggung oleh madrasah. Ia berharap sampel ANBK berikutnya lebih diperbanyak lagi.

Jazuri selaku tim teknisi menjelaskan, ANBK sesi pertama diikuti oleh 15 siswa dan sesi kedua juga sebanyak 15 siswa. Sementara siswa cadangan sebanyak 5 orang, Sehingga jumlah siswa sample seluruhnya sebanyak 35 orang.

“Kita sampelnya 35 orang, Teknis pelaksanaannya kita memilih gelombang IV yang jatuh pada hari Rabu dan Kamis. Setiap harinya dibagi lagi menjadi dua sesi, Setiap sesi isinya 15 orang peserta,” ungkap Urusan Bidang Kurikulum.

Jazuri berharap, sample peserta ANBK berikutnya bisa ditambah lagi “ Paling tidak 30 persen dari jumlah siswa/siswi yang ada di madrasah agar lebih efektif dalam pemetaan mutu pendidikan,” ungkapnya.

Salah satu peserta ANBK 2021, Fiona Juniar Putri mengungkapkan rasa senangnya karena terpilih menjadi salah satu peserta ANBK 2021. “Meski baru pertama kali tapi saya senang ikut berpartisipasi dalam AN ini. Terlebih lagi kegiatan ini bersangkutan dengan madrasah untuk kedepannya,” ungkapnya.

Pelaksanaan ANBK 2021 di MIN Kota Semarang berlangsung lancar dan tertib dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Asesmen nasional ini tak hanya diikuti oleh siswa maupun siswi saja, akan tetapi diikuti juga oleh guru dan kepala madrasah. Siswa harus mengerjakan tiga instrumen asesmen nasional yakni Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Literasi dan Numerasi, Survey Karakter dan Survey Lingkungan Belajar, Sedangkan guru dan kepala madrasah hanya mengerjakan instrumen survey lingkungan belajar. – fitri/iq/bd