ANBK, Upaya Menciptakan Madrasah Hebat dan Bermartabat

Grobogan – Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. Dan untuk menciptakan madrasah yang hebat dan bermartabat, serta kesiapan infrastruktur untuk pelaksanaan Asesmen Nasional (AN), Kantor Kementerian Agama (KEMENAG) Kab. Grobogan melaui seksi Pendidikan Madrasah menggelar Forum Diskusi Group (FGD) sosialisasi ANBK Tahun 2021 di Aula Kemenag Grobogan, Senin, (20/09/2021).

Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Grobogan, Hadi Purwanto mengatakan, ujian akhir sekolah tidak lagi menggunakan Ujian Nasional Berbasis Komputer atau UNBK, tapi sudah menjadi Asassment Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Sehingga setiap madrasah yang berada dinaungan Kementerian Agama harus mengetahui, dan FGD Sosialisasi ANBK diikuti 5 sesi yang bertama dipagi hari dijadwalkan MI berjumlah 50 orang, siang MI 70 orang, hari Selasa pagi MTs 45 orang, Selasa siang MTs 45 orang dan Rabu MA 49 orang.

“Kebijakan ini telah berubah, dulu kita kenal dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), dan sekarang sudah Asesment Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Perbedaanya, kalau UNBK itu masih semi online, sedangkan ANBK sudah full online,” kata Hadi Purwanto.

Sementera Kepala Kemenag Kab. Grobogan, Imron Rosyidi menyampaikan, Asesmen merupakan salah satu proses penting dalam pendidikan yang berguna untuk menilai efektivitas pembelajaran dan ketercapaian kurikulum. Sehingga setiap madrasah perlu menunjuk para proktor untuk mengikuti dengan maksimal bimbingan ini agar memberi dampak baik bagi anak didik nanti saat mengikuti ANKB, sebab kompetensi proktor merupakan kunci teknis untuk mensukseskannya.

“Asesmen Nasional merupakan program yang masih baru dan mulai diterapkan tahun ini. Sehingga banyak istilah yang juga masih baru bagi pendidik di sekolah maupun madrasah. Dan Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah berbasis komputer,” jelas Imron Rosyidi.

Kepala Kemenag menerangkan, bahwa Asesmen Nasional akan dilaksanakan berbasis komputer agar distribusi instrumen, pengelolaan data, dan pengolahan hasil dengan efektif dan efisien. Sehingga setiap madrasah perlu menunjuk para prokotor yang handal dan bisa menguasai TIK.

“Bagi sekolah yang tidak memiliki infrastruktur TIK, dapat melaksanakan di sekolah dengan fasilitas TIK yang lebih memadai berdasarkan koordinasi dari dinas pendidikan setempat atau kantor Kementerian Agama,” ungkapnya.

Ditambahkannya, lebih setahun dunia termasuk Indonesia dilanda pandemi Covid-19. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada dunia kesehatan, sosial, dan ekonomi, tapi juga pendidikan sehingga Madrasah harus tetap semangat berinovasi untuk memberikan yang terbaik dalam hal pengelolaan pendidikan dengan menciptakan daya saing ke arah yang lebih baik.

“Sebagai pendidik dalam satuan madrasah ada sebuah amanah dipundak kita yang  harus kita ciptakan untuk menjadi lebih baik dalam artian mari kita berlomba  bukan untuk juara tapi berlomba untuk berdaya saing dalam dunia. Saya mengajak untuk bangun semangat dengan jalankan tugas kita sesuai dengan tufoksi masing masing untuk menghasilkan SDM yang berkualitas agar di lembaga pendidikan khususnya di madrasah kita bisa meningkatkan mutu pendidikan hari esok harus lebih baik dari hari ini,” tuturnya.(bd/Sua)