Andewi : Bersama Mengurai Persoalan Pengelolaan Website

Semarang – Pengelolaan media informasi pada badan publik menjadi media publikasi terhadap pelayanan publik yang telah dilaksanakan oleh masing-masing badan publik itu sendiri. Dalam salah satu misi Kementerian Agama disebutkan yakni mewujudkan tata kelola pemerintah yang bersih, akuntabel dan terpercaya. Berangkat dari keinginan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik, maka Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah mengumpulkan Kepala Subbagian Tata Usaha dan para pengelola website kabupaten/kota se-Jawa Tengah dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan website sebagai media informasi dan publikasi terkait pelayanan tugas dan fungsi kementerian agama bagi masyarakat.

Melalui Rapat Koordinasi Kehumasan dan Tim Pengelola Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) tahun 2016 Andewi Susetyo menegaskan kepada seluruh peserta rapat untuk meningkatkan koordinasi internal, melakukan inovasi-inovasi dalam pengelolaan website sebagai upaya mendukung reformasi birokrasi dalam bidang pelayanan publik.

“Tahun 2016 ini Jawa Tengah mendapat 2 penilaian yang kurang baik terkait kinerja kita dalam pengelolaan website dan e-MPA (elektronik monitoring pelaksanaan anggaran), kita semua harus malu terhadap penilaian dari pihak eksternal terkait pencapaian 2 hal tersebut,” tegas Andewi kepada peserta Rakor di Aula Lantai 3 Gedung A Kanwil, Selasa (29/11).

Beliau menambahkan peringkat terhadap prestasi dalam pengelolaan website di provinsi ternyata diikuti oleh pengelolaan website di kabupaten/kota, berdasarkan laporan dari tim penilai di Kanwil lebih dari separuh website di kabupaten/kota masih sangat kurang tingkat pengelolaannya.

“Berdasarkan penilaian dan pemeringkatan website daerah baru sepertiga yang menunjukkan dikelola dengan baik, sedang sisanya masih jauh dari harapan. Pada forum rakor ini kanwil sangat menaruh harapan kepada para Kasubbag TU untuk meningkatkan pemantauan dan pengendaliannya serta mampu menjembatani kendala dan permasalahan dalam pengelolaannya,” imbuhnya.

Beliau mencontohkan seperti halnya peringkat e-MPA Jawa Tengah menduduki urutan ke-32, namun berkat koordinasi dan kerja keras dari seluruh pemangku kepentingan, hari ini disaksikan bahwa peringkat Jawa Tengah berada pada posisi lima besar.

“Jika kita mau pasti kita bisa, coba bandingkan dengan pengelolaan e-MPA di awal bulan November Jateng berada di peringkat bawah, namun dengan semangat dan kerja keras serta koordinasi yang baik antara kanwil dengan kankemenag bahkan madrasah, hari ini dapat kita saksikan bersama, Jateng berada pada posisi kelima nasional,” tambahnya.

Andewi berharap, penilaian dan pemeringkatan website pada triwulan II dan III dapat memberikan gambaran kepada kankemenag kabupaten/kota sejauhmana website daerah dikelola, sehingga pada triwulan IV nanti akan terjadi perubahan yang lebih baik, serta melalui rakor ini kendala dan permasalahan dalam pengelolaan website di kankemenag dapat terurai, sehingga optimalisasi fungsi website sebagai media informasi publik dapat terwujud. “Mari kita bersama-sama mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui peningkatan pengelolaan website sebagai media informasi dan publikasi kemenag bagi masyarakat,’ pungkasnya. (gt/gt)