Andewi : “Ibarat minum jamu, awalnya memang pahit”

Semarang – Penyusunan laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kegiatan yang sudah dilaksanakan. Sekaligus upaya meminimalisasi kesalahan atau kekurangan dokumen pelaporan yang mungkin menjadi temuan auditor. Kantor Kementerian Agama Kota Semarang menyelenggarakan Rapat Koordinasi Penyusunan Laporan Keuangan Kantor Kementerian Agama Kota Semarang, kegiatan yang diikuti oleh 80 peserta terdiri dari Pejabat Pembuat Komitmen, Bendahara Pengeluaran, Bendahara Pengeluaran Pembantu, Perencana, Pejabat Pengadaan, Pejabat Penerima Hasil Pengadaan, Pengelola DIPA, staf Keuangan, Pengelola PNBP, Tim Serifikasi, Tim Bantuan Sosial, dari Madrasah Negeri, KUA Kecamatan dan Kementerian Agama Kota Semarang berlangsung di aula Kankemenag Kota Semarang ini Kamis (11/02).

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Andewi Susetyo yang hadir sebagai narasumber menyampaikan bahwa, ketika melaksanakan sebuah aturan, kita tidak bisa bertindak sendiri, benturan kanan dan kiri pasti terjadi. Lanjutnya, sebagai ASN harus komitmen dan konsekwen terhadap budaya kerja Kementerian Agama.

“Seperti minum jamu awalnya memang pahit, tetapi hasil akhirnya menyenangkan,” ucap Kabag TU ketika menyampaikan materi dengan tema “Pembinaan Pengelolaan Anggaran Tahun 2016”.

Andewi menekankan kepada para peserta bahwa setiap orang harus menjadi “agent of change” dengan cara merubah mindset dan manajemen serta perilaku. Bagaimana menata organisasi, menata sumberdaya manusia dan menata kepengawasan adalah tugas kita semua sebagai ASN sesuai dengan kewenangan masing – masing.

Beliau memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan yang yang digagas oleh Kankemenag Kota Semarang, juga terhadap capaian penyerapan anggaran tahun 2015 sebesar 90% lebih. “Dengan penyerapan anggaran yang tinggi harus sejalan dengan pencapaian target dan selaras dengan akuntabilitas serta sesuai prosedurnya,” harap Andewi.

Mengakhiri materinya, Andewi berpesan kepada semua pihak untuk selalu berpedoman pada aturan yang berlaku, masing – masing pihak memahami tugas dan fungsi sesuai kewenangannya, beberapa hal yang perlu dilakukan di awal tahun anggaran 2016 antara lain menelaah kembali DIPA 2016, apakah sudah sesuai dengan output dan outcomenya, serta melakukan revisi segera jika diperlukan. (ch/gt)