Animo Masyarakat Terhadap Madrasah Semakin Tinggi

Mungkid – Animo masyarakat terhadap madrasah semakin tinggi, terbukti pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) banyak orang tua yang rela mengantri agar putra-putrinya dapat bersekolah di madrasah. Hal ini membuktikan bahwa madrasah merupakan tempat pendidikan yang berkualitas baik prestasi maupun fasilitas sarana dan prasaranya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Farhani, pada kegiatan Halal Bihalal dan Pengukuhan MTsN Grabag menjadi MTsN 4 Magelang, Sabtu, (14/07). Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kemenag Kab. Magelang, Mad Sabitul Wafa, Kepala Subbag TU, Ngatmin, Kasi Pendidikan Madrasah, Muslih, Kepala MTsN di Kabupaten Magelang, Forkompincam, dan tokoh agama juga tokoh masyarakat.

Farhani mengajak para orang tua, peserta didik, dan masyarakat untuk merubah pola pikir terhadap keberadaan madrasah.

“Kondisi madrasah saat ini sangat jauh berbeda dengan kondisi madrasah lima belas tahun yang lalu. Saat itu madrasah tidak diperhitungkan masyarakat karena memang tidak berprestasi, dan sarana prasarananya jauh dari memadai,” kata Farhani.

“ Namun saat ini madrasah telah banyak yang berprestasi sehingga menjadi hebat dan bermartabat,” lanjutnya.

Farhani menyampaikan, animo masyarakat besar akan keberadaan madrasah disebabkan karena dua hal. Pertama, pengaruh negatif era global berupa degradasi moral seperti pergaulan bebas membuat para prang tua khawatir, sehingga para orang tua ingin putra-putrinya tidak saja menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus berakhlakul karimah.

“Para orang tua merasa berkepentingan untuk menjaga putra-putrinya agar menguasai IPTEK dan berakhlakul karimah. Dan madrasah mampu memenuhi tuntutan tersebut,” jelasnya.

Kedua, pemerintah menaruh perhatian yang bersar terhadap pendidikan madrasah. Kementerian Agama termasuk dalam empat kategori pengelola anggaran negara terbesar sehingga mempunyai anggaran yang cukup untuk membangun ruang kelas baru, laboratorium, pembelian tanah sehingga fasilitas madrasah semakin lengkap.

Farhani menyampaikan pemerintah tidak akan pernah lelah memperhatikan lembaga pendidikan, khususnya keagamaan. Program Indonesia Pintar, serta tunjangan profesi bagi guru non PNS di Kemenag merupakan perhatian Pemerintah kepada madrasah.

Kepada Keluarga Besar MTsN 4 Magelang, Farhani mengajak agar madrasah membangun harmoni, kerjasama yang baik dengan orang tua/wali siswa, dengan tokoh masyarakat, serta dengan instansi kedinasan lainnya agar siswa madrasah semakin berkualitas. (am/sua)