Anindya Zada, Siswa Multitalenta di Semua Mata Pelajaran

Anindya Zada, Siswa Multitalenta di Semua Mata Pelajaran

Banjarnegara – Semua siswa berpotensi menjadi juara. Biasanya hanya satu bidang mata pelajaran saja. Lain halnya dengan siswa satu ini. Anindya Zada Zahrani siswa MTs N 2 Banjarnegara Kelas 8. Gadis berkulit bersih dengan sinar mata yang tajam. Semua mata pelajaran dibabat habis dalam berbagai ajang olimpiade.

Sabtu, 26 Juni 2021 Anindya berhasil meraih emas yang kelima kalinya dalam ajang Indonesian Olympiad of Science (IOS) Mapel IPS.

“Kurang lebih 18 even olimpiade selalu menghasilkan kejuaraan. Medali emas yang diperoleh 5, medali  perak 3, medali perunggu 4, Juara 3 satu kali,  Juara favorit video matematika 1 kali, dan honorable mention 2 kali. Mata pelajaran yang pernah dicoba dalam olimpiade Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia dan selebihnya kolaborasi berbagai mapel.  “Prestasi ini patut diajungi jempol selama masa pandem,”  ungkap Kepala MTs N 2 Banjarnegara, Ratna Ayu Kartika Wulan pada Sabtu (26/6)

Dari sekian banyak lomba yang diikuti yang paling menarik adalah lomba ROC Mata pelajaran. Lomba mapel ini dirasa berkesan karena 5 mata pelajaran diujikan dalam satu naskah yaitu mapel matematika, IPA, IPS , Bahasa Indonesia dan PPKn. Tak bisa dipungkiri kemampuannya yang berhasil  memperoleh “ Gold Award” .

“Dan itu semua membuat saya termotivasi untuk menjadi lebih baik di lomba berikutnya” ungkap Anindya bersemangat

Lomba yang paling sulit adalah lomba BSC Mapel Matematika dari POSI . Lomba tersebut mengambil materi dari SMA dan materi umum bahkan dari perguruan tinggi. Materi lomba yang levelnya tinggi tidak menjadi penghalang untuknya meraih prestasi. Semangat belajar tetap tinggi meskipun dihantam berbagai kesulitan.

”Saya ingin menjadi yang terbaik,” jelasnya.

Ada rahasia dibalik kesuksesan Anindya Zada. Persiapan menghadapi berbagai olimpiade belajar yang kontinue dan tidak terlalu lama, memperbanyak latihan soal,  menjaga kesehatan, memperbanyak ibadah serta berdoa, dan meminta restu kepada guru dan kedua orang tua sebelum mengikuti lomba.

“Yang terpenting menjunjung sportivitas dan rendah hati agar Allah membuka jalan di setiap kesempatan,” pungkasnya. (dw/ak)