APBD Kota Semarang Alokasikan 600 Juta untuk FKUB

Semarang – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang, KH. Mustam Aji, Kamis (13/04) menyampaikan ucapan selamat kepada Pak Hendy (panggilan Walikota Semarang Hendrar Prihadi) atas pemberian penghargaan Menteri Agama dengan kategori Partisipasi Aktif dalam Pembinaan Kerukunan Umat Beragama, Rabu (12/04).

Menurutnya, Walikota Semarang memang pantas menerima penghargaan Menteri Agama tersebut karena kepemimpinannya dapat menjaga kondusifitas Kota Semarang yang terdiri dari berbagai etnis dan agama.

Ia memaparkan partisipasi walikota dalam pembinaan KUB dapat dilihat dari terbitnya Surat Keputusan Walikota tentang Susunan Pengurus FKUB pada beberapa periode kurun waktu terakhir. Dengan terbitnya SK Walikota tersebut FKUB Kota Semarang selama beberapa tahun ini rutin mendapatkan hibah anggaran APBD.

“Tahun 2017, kami mendapatkan hibah sebesar 600 juta rupiah yang diserahkan secara langsung oleh Walikota Semarang,” ungkap Ketua FKUB. “Pada tahun pertama pembentukan FKUB Kota Semarang hanya menerima anggaran 50 juta tetapi tahun berikutnya naik menjadi 500 juta dan tahun 2017 menjadi 600 juta,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, Pak Hendy juga aktif di kegiatan lintas agama, berbagai etnis dan kelompok di Kota Semarang. Kegiatan yang dihadiri Walikota dalam beberapa bulan lalu misalnya Perayaan Cap Go Meh di Balaikota dan kegiatan PETAMAS (Perhimpunan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat) di Hotel Puri Garden.

FKUB yang dipimpinnya juga selalu bergandeng tangan dengan Kementerian Agama Kota Semarang. “Sekretariat kantor kami di Candisari adalah berkat anggaran DIPA Kemenag,” ungkap Mustam. Ia yang juga pernah bertugas di Kemenag Kota Semarang menerangkan bahwa tiap tahun organisasinya mendapatkan bantuan operasional sebesar 40 juta rupiah dari Kemenag.

Selanjutnya Ia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah dan Kemenag Kota Semarang yang telah bersama-sama berperan aktif dalam menjaga KUB di Kota Semarang. Disertai sebuah harapan agar semua pihak termasuk masyarakat Kota Semarang menjaga kondusifitas agar Kota Semarang tetap harmonis demi persatuan dan kesatuan bangsa. (ch/gt)