Asah bakat menulis, MAN 2 Rembang gelar Pelatihan Jurnalistik

Rembang – Untuk mengasah kemampuan menulis siswa, MAN 2 Rembang menggelar Pelatihan Jurnalistik. Acara ini diadakan di perpustakaan MAN 2 Rembang, Rabu (27/02). Pelatihan jurnalistik ini menghadirkan dua pemateri, yaitu Wartawan MNC News, Musyafa dan Humas Kemenag Kabupaten Rembang, Shofatus Shodiqoh.

Dalam teknik penulisan berita, Shofatus menjelaskan tentang alur menulis berita. “Untuk menulis berita, kita harus mendapatkan ide dulu, topik apa yang akan kita tulis. Setelah mengadakan liputan dan wawancara, kita lantas menuangkannya dalam tulisan yang disebut berita,” kata Shofatus.

Dijelaskannya, secara umum jenis berita ada dua, yaitu straight news dan features. Pada straight news, aturannya lebih tegas. Karena susunan pentingnya sebuah gagasan berita harus diletakkan di awal berita.  Selain itu, kalimatnya harus efektif dan efisien.

“Prinsipnya yaitu piramida terbalik, semakin ke bawah semakin tidak penting,” jelasnya.

Sementara Musyafa menjelaskan tentang persiapan dan bagaimana berwawancara dengan narasumber yang baik. Selain itu, Musa juga membeberkan tentang cara menembus narasumber di tengah kesibukannya.

Pelatihan ini mendapatkan antusiasme tinggi dari peserta. Hal ini terlihat dari banyak pertanyaan yang diajukan oleh peserta. Dalam sesi tanya jawab, ada peserta yang mempertanyakan gelar orang tidak disebutkan.

Shofatus menjelaskan, penulisan ini memang sudah lazim dalam tata cara penulisan berita. “Bahkan presiden pun tidak disebutkan gelarnya,” tegasnya. 

Berbagai pertanyaan lain yang diutarakan yaitu bagaimana menyusun feature dengan baik dan bagaimana etika berwawancara.

Pembina jurnalistik MAN 2 Rembang, Yuli Astuti mengatakan, pelatihan ini diadakan untuk mengasah dan meningkatkan ketrampilan menulis siswa. “Di MAN 2 Rembang, kami ada dua sarana untuk menyalurkan bakal menulis siswa, yaitu Majalah Dinding dan Majalah Lensa,” kata Yuli. (iq/gt)