ASN Kemenag Agar Ramah Digital

Semarang – Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Semarang, Rachmad Pamudji menghadiri seminar nasional ‘Transformasi Nasional Menuju Layanan Keamanan Digital’ yang digelar oleh pascasarjana UIN Walisongo Semarang. Giat ini digelar pada Rabu (20/10) di Hotel Grand Egde, Jl. Sultan Agung Wonotingal, Kota Semarang.

Rachmad didampingi oleh Humas Kemenag Kota Semarang, Dintha Muhammad Kurnia menyimak serius materi dari narasumber.

Hadir dalam seminar ini yaitu Sekjen Kemenag RI, Nizar Ali, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Mustain Ahmad, Rektor UIN Walisongo Imam Taufiq, Wakil Rektor UIN Walisongo Mukhsin Jamil,dan Direktur Pascasarjana UIN Walisongo H. Abdul Ghofur.

Dalam paparan materi, Nizar menyampaikan salah satu kata kunci yang sangat penting dalam menggelorakan semangat Kemenag RI adalah manajemen pelayanan dan tata kelola birokrasi yang harus semakin baik yang didukung oleh SDM yang unggul. “Ini merupakan bagian penting yang harus kita catat dalam tinta emas sejarah Kemenag dama berkhidmat meberikan pelayanan yang terbaik bagi umat,” tutur Nizar.

Penataan SDM yang unggul tersebut termasuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), yaitu Smart ASN. “RPJM keempat adalah menciptaka birkorasi berkelas dunia. Yaitu birokrasi dengan didukung oleh smart ASN. ASN yang dimaksud harus memiliki integritas, nasonalisme, profsionalisme, wacana global, menguasai IT dan bahasa asing, hospitality, networking, dan berjiwa enterprenurship,” jelasnya.

Sementara Kakanwil  dalam paparan materinya mengatakan, di era digital ini, ASN Kementerian Agama harus banyak belajar, baik pengetahuan, ketrampilan, dan ilmu apa pun. “Di zaman yang selalu dinamis ini kita harus banyak belajar di banyak bidang,” ujarnya.

Mustain menambahkan, dalam mewujudkan reformasi birokrasi, sejumlah Kementerian Agama Wilayah, Kabupaten/Kota dan madrasah negeri tengah menjalani penilaian Zona Integritas Menuju WBK WBBM. “Di Jawa Tengah ada 15 Kemenag baik tingkat wilayah maupun daerah serta satuan kerja yang menjalani penilaian ZI menuju WBK WBBM. Jika lolos penilaian pada akhir tahun 2021, maka akan mendapatkan predikat WBK/WBBM,” sambungnya.  (dinta/iq/bd)