ASN Kemenag harus Bijak Dalam Menggunakan Media Sosial

Surakarta – Pada abad ke-20, tidak bisa dimungkiri lagi perkembangan teknologi semakin pesat dan maju. Sebagai manusia yang ingin maju, tentunya kita tidak bisa menghambat perkembangan hal tersebut karena sesuai dengan perkembangan zaman yang semakin modern.

Demikian disampaikan Plt. Kepala Kemenag Kota Surakarta, Musta’in Ahmad pada kegiatan pembinaan pegawai yang mengambil tema “Bijak menggunakan Media Sosial” di AP/PM Resto Surakarta, Selasa (31/7)

“Perkembangan zaman tersebut bisa berdampak positif atau negatif. positifnya, teknologi dapat mempermudah untuk mengakses sesuatu yang dibutuhkan dengan cepat dan mudah, cukup menyalakan smartphone yang terhubung dengan koneksi internet, kita bisa mendapatkan sesuatu yang dibutuhkan”, tutur Musta’in.

“Negatifnya, teknologi saat ini tidak diimbangi dengan penggunaan sesuai kebutuhan, banyak yang memanfaatkan teknologi khususnya media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan hoax atau berita bohong yang dapat menggangu kondisi keamanan Negara,” lanjutnya.

Saat ini perkembangan teknologi untuk mempermudah akses komunikasi sangat mudah. Banyak media sosial yang dapat menghubungkan satu orang dengan orang lain, seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan lai-lain.

Musta'in berpesan agar kita sebagai ASN berperilaku lebih cerdas menyikapi berkembangnya kabar di media sosial serta agar menggunakan media sosial dengan bijak dan diharapkan dapat memilah-milah informasi dengan cerdas dan tidak sembarangan menyebarkan informasi yang belum jelas valid atau tidaknya.

“Dalam beberapa bulan terakhir ini seringkali medsos, digunakan untuk  saling menghuhujat, ini tugas kita semua sebagai ASN untuk ikut berpartisipasi menangkal masalah itu,” papar Musta’in.

Lebih lanjut Musta'in mengajak untuk bijak dalam memanfaatkan media sosial untuk menambah dan mengupdate informasi ataupun ilmpu pengetahuan agar manfaat baik dari media sosial dapat lebih dirasakan.

“Manfaatkan media sosial untuk menyebarkan kebaikan, jadikan media sosial sebagai sekolah, tempat mencari informasi dan ilmu pengetahuan serta mengasah berbagai ketrampilan dan bakat yang dimiliki, jangan sampai dalam bermedia sosial, manfaat yang akan diberikan jauh lebih kecil dibanding kerugian serta mudharat yang akan diterima” pungkas Musta’in. (abc-rma/Wul)