ASN Kemenag Harus Cinta Lembaganya

Sukoharjo – Pegawai Negeri Sipil harus menepati janjinya untuk setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, bermental baik, jujur dan berdayaguna sebagaimana yang dahulu pernah diucapkan dalam acara pengambilan sumpah sebelum dilantik menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Sukoharjo Masdiro, dalam acara pembinaan mental ASN Jajaran Keluarga besar Kankemenag Kabupaten Sukoharjo di gedung IPHI Kabupaten Sukoharjo Kamis (16/02) yang juga dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil) Provinsi Jawa Tengah Farhani.

Dalam kesempatan tersebut Masdiro mengingatkan bahwa setiap AS memiliki hak dan kewajiban, selain berhak untuk mendapatkan gaji, tunjangan, cuti, perlindungan dan pengembangan kompetensi, karir, pensiun dan jaminan kesejahteraan hari tua, ASN juga memiliki kewajiban yang harus dilaksanakan salah satu diantaranya yang terpenting di era sekarang ini adalah setia dan taat kepada Pancasila, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Masdiro merasa sangat prihatin dengan perkembangan media sosial dewasa ini banyaknya fitnah, berita bohong (hoax), informasi yang belum jelas sudah di share di berbagai forum media sosial membuat ASN seakan-akan lupa akan tugasnya sebagai pengayom dan suri tauladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bahkan banyak diantaranya yang terprovokasi atau malah menjadi provokator.

“Ini yang sering kita lupa disaat sekarang lewat media sosial kita sering terprovokasi bahkan jadi provokator seolah-olah kita tidak digaji oleh Negara” tegas Masdiro.

Kakankemenag mewanti-wanti jajarannya agar tidak ikut-ikutan menjadi provokator atau menyebarkan hoax yang dapat memecah belah persatuan bangsa, bahkan sebaliknya sebagai ASN Kementerian Agama harus senantiasa berperilaku dan berakhlak mulia sebagai contoh bagi anggota masyarakat lainnya.

”Saya tidak ingin ada pegawai di jajaran kemenag yang terkena masalah hukum gara-gara medsos, saya punya kewajiban untuk mengingatkan lewat forum ini” pungkas Masdiro sambil menutup sambutannya.

Setali tiga uang dengan apa yang diungkapkan oleh Masdiro, Kakanwil Farhani juga mengatakan hal yang serupa bahwa sebagai ASN Kementerian Agama hendaknya selalu mencintai, menjaga nama baik dan senantiasa membanggakannya. “ menurut survey nasional bulan Juli 2016 menyangkut integritas dan kinerja Kemenag berhasil meraih peringkat kedua kita harus bangga bekerja di Lembaga terhormat seperti Kementeian Agama ini.” terang Farhani.

Lebih lanjut Farhani mengatakan bahwa semakin hari integritas Kemenag semakin diakui masyarakat, salah satu yang dapat menguatkan fakta tersebut adalah semakin bertambahnya permohonan pindah guru dari instansi lain yang ingin mengabdi di Kemenag. Meningkatnya kesejahteraan Guru Madrasah, Sarana dan Prasarana Pendidikan yang semakin baik dan tingkat profesionalitas Pendidik yang semakin baik menjadikan Kementerian Agama semakin diterima dan dibanggakan oleh masyarakat. Farhani mengingatkan Peningkatan Kesejahteraan yang diusahakan Pemerintah melalui Kementerian Agama hendaknya disyukuri denga cara cinta, bangga dan mengukir prestasi yang baik di Kemenag. ”Profesional itu bukan kebetulan tapi diusahakan” tandasnya.

Sebelum menjabat sebagai Kakanwil, Farhani yang asli putra Solo raya adalah orang yang telah lama menjadi Kepala di Kantor Urusan Agama sehingga beliau merasa perlu untuk mengingatkan kembali PP. No 48 tahun 2014, untuk menciptakan KUA yang bebas gratifikasi dan zero Pungli.

“Jangan ada baik langsung atau tidak langsung (dititipkan) menerima kelebihan 600 ribu. Setiap pelanggaran kepala KUA adalah non job, jangan mencoreng-coreng nama baik lembaga kita, adanya perbedaan kita kelola menjadi rahmatan lil alamin” tegas Farhani.

Sebagai penutup dalam acara pembinaan ASN tersebut Farhani mengajak seluruh yang hadir untuk bersama-sama membangun budaya kerja di Kemenag  dengan prinsip-prinsip yang baik, kinerja yang baik sehingga kedepannya akan diperoleh hasil dan manfaat yang baik pula.(Djp/Wul)