ASN Kemenag Harus Sejalan dengan Program Pemerintah

Ungaran – Kita patut bersyukur dilahirkan dari rahim Kementerian Agama sebab disaat banyak pihak yang mempertanyakan eksistensi sebuah lembaga, Kementerian Agama telah menorehkan beberapa prestasi yang membanggakan. Beberapa prestasi tersebut diantaranya Kementerian Agama menjadi penyumbang PNBP terbesar dari seluruh kementerian / lembaga yang ada dengan serapan DIPA peringkat dua nasional;  indeks kepuasan calon jemaah haji meningkat menjadi 85?ngan kriteria memuaskan; capaian kinerja kementerian Agama mencapai 73,27% artinya hal tersebut memungkinkan tunjangan kinerja ASN bisa naik hingga 70-80%; selain itu, embarkasi / debarkasi Solo menjadi embarkasi / debarkasi terbaik se-Indonesia.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Farhani dalam forum pembinaan kepala KUA kecamatan dan penyuluh agama Islam se-Kab.Semarang dan Kota Salatiga di Aula setempat, Jum’at (16/11).

Dalam kesempatan tersebut, Farhani mengingatkan bahwa selaku ASN Kementerian Agama kita harus bisa menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa dengan mulai mengubah pola pikir (mindset) yang semula berbasis kerja menjadi berbasis kinerja selaras dengan 5 (lima) nilai budaya kerja.

“Kita harus mampu menjadikan lima nilai budaya kerja Kementerian Agama yang meliputi intergritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan sebagai ruh, jiwa dan landasan etik ASN dalam melaksanakan tugas dan fungsi,” kata Farhani menegaskan.

Selebihnya di era reformasi birokrasi sekarang ini, Farhani juga mengajak kepada seluruh ASN Kementerian Agama untuk bisa sejalan dan seirama dengan visi dan misi pemerintah.

“Ibarat kereta Api, semua kementerian dan lembaga negara yang ada merupakan gerbong kereta, sedangkan lokonya adalah Presiden. Untuk itu, sudah seharusnya sebagai gerbong kereta kita mengikuti kerja lokomotif kaitanya dengan mensukseskan program nawa cita,” lanjutnya.

Lalu dari mana kita harus memulainya, dengan jelas Farhani menyampaikan bahwa caranya dimulai dengan berupaya meningkatkan kualitas pekerjaan dan pelayanan yang efisien, efektif dan akuntabel.

“Dalam bangunan rumah yang banyak kamar-kamar beda warna cat dan penghuni, kita harus bisa menyelaraskan visi dan misi yang mampu mendukung kekokohan bangunan itu sendiri,” pungkasnya. (shl/gt)