ASN Kemenag Tak Hanya Bisa Mengaji

Sukoharjo – Wiwit Maharesti adalah guru tetap di MI Muhammadiyah Krenen. Setelah berhasil menjadi juara pertama solo vocal di tingkat PGRI Cabang khusus Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo, kini kembali menorehkan prestasi pada lomba solo vocal  yang diselenggarakan oleh PGRI Kabupaten Sukoharjo pada hari 5/11, di Graha PGRI Kabupaten Sukoharjo

Peserta lomba solo vocal di tingkat PGRI Kabupaten  Sukoharjo, diikuti oleh 12 (dua belas) Cabang dan 2(dua) Cabang Khusus yaitu Cabang Khusus Dinas Pendidikan dan Cabang Khusus Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Sukoharjo. Dengan demikian pesertanya tidak bisa dianggap ringan. Secara umum untuk peserta wanita mempunyai  saingan yang lebih berat. Apalagi lawanya adalah para guru seni musik, bahkan ada yang menjadi penyanyi. Namun Wiwit Maharesti mampu menunjukkan prestasinya. Dia berhasil menjadi juara II (dua), hal ini secara otomatis menepis anggapan masyarakat luas bahwa pegawai Kemenag itu bisanya hanya mengaji. Karena selama ini guru-guru Kemenag dianggap tidak mempunya keahlian, kecuali mengaji.

Guru kelahiran  27 April 1991  yang akrab dipanggil dengan panggilan Bu Wiwit ini adalah guru yang sangat energik dan mempunyai jiwa seni. Bakat menyanyi diperoleh dari ayahnya Mulyono yang juga seorang Seniman,  yang tinggal tidak jauh dari  pusat kota Sukoharjo. Berkat bimbingan sang ayah Wiwit Kecil tumbuh menjadi dewasa dengan berbagai prestasi.

 Selain berprestasi dibidang Tarik suara, Guru yang satu ini juga berprestasi di bidang akademik. Pada tahun 2017 dia mendapatkan beasiswa dari kementerian Agama Propinsi Jawa tengah untuk melanjutkan studi S2 di Surabaya yaitu pada Prodi Magister Pendidikan IPS. Sehingga sampai saat ini, di samping sebagai Guru Tetap pada MI Muhammadiyah Krenen, dia juga tercatat sebagai Mahasiswa S2 di Universitas Negeri Surabaya.

Kakankemenag Kabupaten Sukoharjo Ihsan Muhadi yang dihubungi via telephon turut berbahagia dan mengapresiasi atas keberhasilan anggota PGRI Cabsus dalam ajang perlombaan di tingkat PGRI Kabupaten Sukoharjo. Ihsan juga berharap prestasi serupa akan mampu diraih dua cabang perlombaan lainnya yang masih belum dilombakan yakni Macapat dan Tenis meja. “Masih ada dua cabang yang belum diperlombakan yaitu macapat Pa/Pi dan Tenis meja beregu agar bisa disiapkan sebaik-baiknya” pesan Ihsan diujung telephon sembari mengikuti Kegiatan Perkemahan Rohis Nasional di Bangka Belitung.

Selain mengirimkan penyanyi putri, sebenarnya PGRI Cabang Khusus Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo, juga mengirimkan peserta putra atas nama Endik Krisyadi. Namun untuk kategori putra belum mampu mendulang juara. Meskipun demikian pengurus PGRI Cabang Khusus tetap memberikan apresiasi atas perjuanganya. Karena dalam sebuah perlombaan pasti  ada kalah dan ada yang menang. Paling tidak akan didapat pelajaran untuk dijadikan sebagai pengalaman terbaiknya. (Wied/Djp/bd)