Assessment bukan sekedar formalitas

Ungaran – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Ahmadi, siang ini hadir di Kantor Kementerian Agama Kab. Semarang dalam rangka pembinaan kepada pegawai jajaran Kantor Kementerian Agama Kab. Semarang, adapun pembinaan dilaksanakan di jajanan kantor setempat.

Kegiatan ini mengangkat tema “Dengan nilai-nilai Ramadhan dan Idul Fitri Kita Implementasikan Budaya Kerja.” Dengan demikian seluruh aktifitas pekerjaan sebagai aparatur Kementerian Agama harus didasarkan pada budaya kerja yang telah dicanangkan oleh Menteri Agama. Hal tersebut ditegaskan oleh Ahmadi dalam pidato pembinaannya. Lebih lanjut dirinci oleh Ahmadi, nilai budaya kerja tersebut terdiri atas Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung jawab dan Keteladanan.

Untuk bisa menegakkan lima nilai budaya kerja tersebut ada beberapa hal yang mendasari, antara lain : a) berniat kerja sebagai ibadah, b). Bekerja atas ketentuan dan peraturan, c) Maksimalkan hasil pekerjaan, d) Menjunjung nilai kebersamaan dan sikap saling melayani, e) Menerapkan fungsi manajemen dengan efektif, dan f). Mengelola waktu bekerja secara efektif.

Kakanwil menegaskan bahwa untuk meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan prima maka pada waktu yang tidak terlalu lama akan dilakukan tes kompetensi assessmen sebagai upaya menjaring sumber daya yang berkualitas dengan cara yang fair. “Jangan anggap tes ini (assesment) hanya merupakan formalitas belaka. Kita akan mengawal prosesnya bersama dengan BKN sehingga pada tes yang dilakukan seluruhnya bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Ahmadi.

Terkait dengan kerukunan umat beragama Kakanwil berpesan supaya seluruh warga Kementerian Agama dapat menjaga kesejukan dan keharmonisan yang telah terbina selama ini. Segala bentuk kegiatan yang mengarah pada perpecahan dan konflik supaya bisa diredam dan diantisipasi sedini mungkin. (fat)