Asyiknya Muludan, Makan Ikan dan Tebar Ikan

Purbalingga – Memperingati dua momen penting yang terjadi dalam waktu hampir bersamaan, MIM Cabang Purbalingga menggelar tiga rangkaian kegiatan. Ketiga kegiatan tersebut adalah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1440 H, dilanjutkan kegiatan makan ikan bersama dan penebaran benih ikan lele. Kepala MIM Cabang Purbalingga, Sudarso Edi Prabowo menjelaskan, kegiatan tersebut digelar Rabu (21/11) dengan mengambil lokasi di komplek madrasah setempat.

“Kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dipusatkan di Masjid At-Taqwa, kegiatan makan dengan lauk ikan dilaksanakan di kelas masing-masing dan penebaran 1000 ekor benih Ikan Lele dilakukan di Sungai Larangan yang berada di Kecepit, Purbalingga Lor atau di belakang madrasah,” ujarnya.

Sebelum kegiatan ia menginstruksikan agar seluruh siswanya membawa bekal makanan dengan lauk ikan dan non-mie instan, yang kemudian dinikmati bersama-sama setelah kegiatan peringatan Maulid Nabi berakhir. Kegiatan makan ikan dimaksudkan untuk memberi pemahaman bahwa kandungan protein pada ikan sangat dibutuhkan bagi tubuh manusia.

“Kegiatan makan ikan dan tabur benih ikan 1000 ekor di sungai belakang madrasah kami lakukan dalam rangka memperingati Hari Ikan Nasional (Harkannas) yang jatuh pada tanggal 21 Nopember. Ini sekaligus menjadi kampanye agar para siswa gemar makan ikan ketimbang mie instan. Sebagai bentuk pendidikan untuk kelestarian ekosistem ikan di sungai kewajiban kita tidak hanya mengambil ikan, tapi juga harus menjaganya dengan cara menebar benih ikan. Sehingga kelangsungan hidup ikan di sungai tetap terjaga. Bibit ikan Lele yang berjumlah 1000 ekor tersebut merupakan bantuan dari wali siswa,” ujarnya.

Antusiasme Siswa

Sudarso menambahkan,  kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW mengandung maksud dan tujuan agar siswa memiliki pengetahuan tentang riwayat kelahiran Nabi dan kerasulannya. Hadir sebagai penceramah H. Muhammad Catur, S.Ag dari Pokjawas Kankemenag Kabupaten Purbalingga. Dalam ceramahnya ia berharap para siswa dapat meneladani perilaku dan kebiasaan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan mereka sehari-hari, kemudian mengidolakannya…. dalam jiwa dan pikiran mereka.  

Dalam seluruh rangkaian kegiatan tersebut para siswa dan wali siswa tampak antusias. Salah satu peserta kegiatan, Maulida Alifah Qurrotu A'yun (kelas 6) mengungkapkan kegembiraanya.

“Saya senang, makan bersama-sama teman di sekolah dengan lauk yang sama semua yaitu ikan. Apalagi makannya setelah Muludan, enaak sekali,” kesannya gembira.

Dengan Maulid Nabi, tambah Alifah, dia mengetahui tentang sejarah kelahiran Nabi Muhammad Saw, menjadikan Rasululloh sebagai suri tauladan dan idola. (sri_sar/gt)