Atasi Kekeringan, MTs Krenceng Gelar Shalat Istisqa

Purbalingga – Sejumlah 700-an peserta yang terdiri dari siswa-siswi madrasah/sekolah bersama guru-guru, tokoh masyarakat dan tokoh agama mengikuti kegiatan Shalat Istisqa secara berjamaah yang digelar MTs Ma’arif NU 10 Krenceng di Lapangan Desa Krenceng Kecamatan Kejobong, Jumat (26/10).  Kepala Madrasah, Basrun menjelaskan, kegiatan tersebut digelar sebagai salah satu ikhtiar meminta diturunkannya hujan karena wilayah tersebut telah mengalami kekeringan selama beberapa waktu lamanya.

“Masyarakat sangat membutuhkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, namun air sulit diperoleh. Bahkan untuk keperluan darurat siswa dan guru di madrasah, kami harus membeli air dengan harga Rp 70.000,00 per 1000 liter. Air dari PAMSIMAS pun sama sekali tidak mengalir,” jelas Basrun.

Kegiatan dilaksanakan selama dua jam dimulai pukul tujuh pagi. Kegiatan tersebut dihadiri 260 siswa  MTs Ma’arif Krenceng beserta 22 orang guru dan karyawan. Sedangkan peserta lainnya adalah sebagian guru dan siswa SMA Negeri 1 Kejobong – sekitar 100-an peserta, SDN 1 dan 2 Krenceng, 3 Madrasah Ibtidaiyah (MI Ma’arif ) yang ada di Kecamatan Kejobong, Kepala Desa dan Perangkat Desa Krenceng serta Pengurus MWC dan Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Kejobong.

“Bertindak selaku Imam Shalat Istisqa Rois Syuriyah Ranting NU Krenceng Kidul, Bapak Kyai Kholil dan Khotib Bapak Tarwan. Usai shalat Istisqa digelar istighosah dan doa bersama serta pembacaan shalawat Asyghil,” lanjut Basrun menjelaskan.

Ditambahkannya, inisiatif madrasahnya menggelar kegiatan tersebut sebenarnya terkait dengan Program Jumat Religi yang rutin dilaksanakan setiap Jumat bersama para siswa. Program Bidang Kurikulum tersebut telah berjalan rutin dengan jenis kegiatan berupa pembacaan Surat Yaasin, Tahlil, Manaqib dan Al Barjanji. Namun sehubungan kondisi kekeringan yang terjadi dan hujan lama tidak turun, madrasahnya menginisiasi kegiatan Shalat Istisqa,  Istighosah dan Doa Bersama tersebut.

Basrun berpesan agar sebagai salah satu makhluk penghuni Bumi ini kita harus menjaga hubungan baik dengan Sang Khaliq (hablun min-allah) dan sesama manusia (hablun min an-naas). Selain itu juga harus menjaga hubungan yang harmonis dengan alam sekitar yang ditempatinya.

“Kegiatan ini juga sekaligus untuk meningkatkan iman dan taqwa warga madrasah kami dan warga sekitarnya,” pungkasnya.

Sedangkan Tarwan, S.Ag. dalam khutbahnya mengajak umat Islam untuk bermuhasabah, mengoreksi diri, mengakui kesalahan, meminta ampunan dengan banyak ber-istighfar dan meminta hidayah serta keberkahan dari Allah SWT. (sar/gt)