Athoillah : Guru bersertifikasi harus berintegritas tinggi

Rembang — Kesejahteraan guru kini semakin meningkat pasca diturunkannya sertifikasi oleh pemerintah, baik guru PNS maupun non PNS. Kendati demikian, guru diharapkan tidak terlena dengan tunjangan tersebut. Justru, mereka semakin dituntut untuk bekerja secara profesional dan memiliki integritas yang tinggi.

Demikian ditandaskan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Atho’illah ketika memberikan pembinaan sekitar 150 guru PNS/non PNS yang akan menerima sertifikasi untuk tahun 2013/2014, baru-baru ini.

Beliau menjelaskan, guru yang profesional adalah guru yang mempunyai kompetensi dan kecakapan di bidang ilmu yang diampunya. Kompetensi tersebut berbentuk keahlian, baik dari kemampuan pengetahuan, maupun ketrampilan. Dengan begitu, guru akan bekerja secara profesional dan memiliki tanggung jawab kepada para peserta didiknya.

Beliau juga menegaskan, seorang guru juga harus mempunyai integritas yang tinggi. Komitmen dan loyalitas yang tinggi terhadap pendidikan peserta didik akan melahirkan peserta didik yang berkualitas. Guru juga harus mampu menjadi teladan dan memancarkan kewibawaan bagi peserta didiknya. Sehingga, lanjutnya, sertifikasi yang diperoleh akan semakin berkah jika para guru bekerja secara sungguh-sungguh.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Mohammad Ali Anshory yang turut memberikan pembinaan mengatakan, dengan adanya sertifikasi ini, guru diminta untuk meningkatkan kedisiplinan. Baik disiplin waktu dan adminstrasi.

Disiplin waktu diwujudkan dalam kehadirannya melalui ‘finger print’. Sebagaimana yang telah diinstruksikan kepada semua guru di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Rembang, baik PNS/non PNS wajib melakukan presensi melalui finger print pada waktu yang telah ditentukan.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Drs. Jasim menambahkan, adanya sertifikasi ini diharapkan semakin menambah motivasi guru dalam melaksanakannya pengabdiannya dalam dunia pendidikan. “ Motivasi tersebut tidak hanya mengajar, tapi bagaimana mewujudkan peserta didik yang baik dan berkualitas,” pungkasnya.—Shofatus Shodiqoh